Kebakaran Hutan Riau Meluas, Ditemukan 1.732 Titik Api

Kebakaran Hutan Riau Meluas, Ditemukan 1.732 Titik Api

- detikNews
Jumat, 12 Agu 2005 00:11 WIB
Pekanbaru - Kebakaran hutan dan lahan di Riau kian meluas. Hingga Kamis (11/08/2005) pukul 15. 30 WIB, beradarkan pantuan satelit Terra Modis diketahui titik api mencapai 1.732 yang tersebar di Riau.Temuan titik api itu menyebar dengan luas cakupan lahan mencapai 22 hingga 25 ribu hektar di 12 Kabupaten di Riau. Dari pantuan satelit itu, luas kebakaran hutan yang terjadi saat ini 75 persen terjadi di kawasan hutan bergambut."Karena luasnya hutan yang terbakar, tidak cara yang efektif untuk memadamkannya selain berdoa berharap turun hujan," kata Wakil Koordinator dan Bidang data Jaringan Kerja Penyelamatan Hutan Riau (Jikalahari) Ahmad Zazali kepada detikcom di Pekanbaru, Kamis (11/08/2005).Dari data satelit itu, diketahui kebakaran hutan yang terparah terjadi di Kabupaten Rokan Hilir yang letaknya di tepiaan Selat Malaka dengan 885 titik api. Selanjutnya Kabupaten Rokan Hulu dengan 313 titik api. Kabupaten Bengkalis yang juga berada di tepian Selat Malaka ditemukan 119 titik api."Dengan banyaknya temuan titik api ini, Pemerintah Provinsi Riau mestinya menetapkan Riau siaga satu. Apa lagi belakangan kita ketahui asap sudah sampai ke Malaysia. Sejauh ini yang kita lihat, tidak ada tindakan yang aktif untuk berupayan memadamkan api," kata Ahmad.Dijelaskan Ahmad, 1.732 titik itu terjadi di 256 desa, 54 kecamatan dan 12 kabupaten di Riau. Kabupaten Pelalawan (95), Pekanbaru (6), Kampar (81), Indragiri Hulu (22), Indragiri Hilir (6), Dumai (60) dan Kabupeten Kwantan Singingi (33 titk api)."Kondisi kebakaran hutan dan lahan itu, sebagian besar terjadi di areal HPH. Selain itu juga dketahui terdapat di 31 perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI). Perusahaan HTIitu antara lain, PT Rimba Rokan, PT Selaras Abadi, PT RAPP, PT Ararabadi dan PT Selaras Hati," kata Ahmad.Untuk pemegang izin HPH, kata Ahmad sedikitnya ada 12 pemegang izin yang lokasinya juga ditemukan titik api. Begitu halnya di kawasan HPH. Dari 12 pemegang izin tersebut, di antaranya, PT Siberida Wahana Sejahtera, Sri Buana Dumai, Siak Raya dan PT Rokan Permai.Sedangkan untuk perusahaan yang bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit diketahui, 64 perkebunan yang lahannya juga terbakar. Lokasi perusahaan yang terbakar itu, diantaranya PT ADEI, (perusahaan Malayssia-red) PT Aditia Palma Nusantara, PT Inti Indosawit, dan PT Gunung Mas Raya. (gtp/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads