Polisi Bekuk Pembuat Ekstasi

Polisi Bekuk Pembuat Ekstasi

- detikNews
Kamis, 11 Agu 2005 23:48 WIB
Jakarta - Nasib baik dialami polisi. Niatnya mengejar pelaku kejahatan kartu kredit, eh malah sukses membekuk pembuat ekstasi. Selain menahan si pelaku, juga disita 66 butir ekstasi, 2,657 kg ekstasi siap cetak, 230,5 gram shabu-shabu dan mesin cetak beserta 88 pencetak merk ekstasi. Produsen ekstasi yang dicokok itu bernama Ahin alias Anton Sumarli Kwong alias Ramli. Ia ditangkap di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Utara oleh Kepolisian Bandara Soekarno Hatta. Apartemen tersebut juga dijadikan sebagai tempat ekstasi.Sedangkan satu tersangka lainnya bernama Dolly Halim alias Jeanneth masih buron dan masuk daftar pencarian orang (DPO). "Kasus ini masih terus dikembangkan untuk mengetahui tempat lain yang diduga sebagai tempat pembuatan ekstasi," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Tjiptono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl. Sudirman, Jakarta, Kamis (11/8/2005).Menurut Tjiptono, penangkapan ini berawal ketika polisi menangkap pelaku kejahatan dengan kartu kredit. Tersangka EH dan ID ditangkap 28 Mei lalu karena membeli tiket pesawat tujuan Medan dengan menggunakan kartu kredit palsu. Setelah diperiksa ternyata yang menyuruh pelaku dan yang memiliki kartu kredit palsu tersebut bernama Dolly Halim. Dari kamar apartemen tempat tinggal Dolly tanggal 2 Juni lalu, polisi menemukan beberapa barang bukti hasil kejahatan menggunakan kartu kredit palsu. Selain itu polisi juga menemukan bukti pembayaran kamar lain di kompleks apartemen yang sama atas nama Dolly. Polisi lalu menggrebek kamar tersebut setelah dua pekan melakukan pengawasan. Di kamar itulah polisi menangkap Ahin beserta barang bukti narkoba.Ahin yang masuk DPO Badan Narkotik Nasional sempat mencoba melarikan diri dengan loncat dari jendela. Nahas, pinggul dan kakinya justru patah karena loncat dari lantai lima ke lantai tiga.Ketika ditanyai wartawan di Polda Metro Jaya, Ahin mengaku kenal dengan Dolly, namun tidak tahu tentang keberadaan barang haram tersebut di apartemen itu. Kedatangannya saat itu hanya untuk mengantarkan durian. (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads