Menhut: Ada 200 Titik Api di Sumut Bagian Selatan
Kamis, 11 Agu 2005 22:00 WIB
Medan - Kebakaran hutan di Sumatera Utara (Sumut) bagian selatan terjadi di setidaknya 200 titik api (hot spot). Kebakaran terjadi Tapanuli Selatan, Labuhan Batu, dan Mandailing Natal akibat pembukaan kebun dan ladang bukan hutan.Temuan ini disampaikan Menteri Kehutanan Malam Sakti Kaban usai memantau kebakaran hutan melalui udara di hutan di sekitar Danau Toba, hutan Register 40 di Kabupaten Tapanuli Selatan, dan pembukaan lahan oleh masyarakat dan perkebunan di Kabupaten Rokan Hulu, Riau.Menurut Kaban, dari sekitar 200 titik api itu sekitar 30 persennya berada di kawasan hutan dan 70 persen akibat pembukaan kebun dan ladang bukan hutan. "Sebab itu kita minta agar Departemen Pertanian menyiapkan pedoman pembersihan lahan bagi petani agar mereka tidak membakar kayu-kayu secara serentak," kata Kaban di Bandara Polonia Medan, Kamis (11/8/2005).Dalam kaitan penanggulangan masalah ini Kaban meminta agar perusahaan yang membakar lahan untuk pembukaan perkebunan harus segera diajukan ke pengadilan agar menimbulkan efek jera. Selain itu, mengutip data Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Kaban menyatakan kebakaran hutan di Indonesia juga dilakukan oleh perusahaan Malaysia dan Indonesia. Ada 10 perusahaan asal Malaysia yang membuka perkebunan di Indonesia dengan cara membakar. Namun Kaban menolak menyebutkan nama perusahaan dimaksud."Kebakaran hutan ini sungguh memprihatinkan dan kalau terus berlanjut bisa merugikan kita semua. Karena itu, kepada perusahaan yang membakar untuk pembukaan lahan harus dihukum sesuai undang-undang," ujar MS Kaban.
(gtp/)











































