Polda Metro Jaya Umumkan Perang Terhadap Premanisme
Kamis, 11 Agu 2005 20:22 WIB
Jakarta - Polda Metro Jaya mengumumkan perang terhadap premanisme. Semua jenis premanisme akan diperangi, termasuk kejahatan jalanan atau street crime. Polisi sudah mengincar 145 lokasi street crime untuk diperangi.Perang terhadap premanisme ini ditandai dengan acara gelar pasukan Operasi Sarutama 2005 di lapangan Polda Metro Jaya, Jl. Sudirman, Jakarta, Kamis (11/8/2005). Gelar pasukan diikuti 1.700 personel dari Polda Metro dan Polres-polres di wilayah Polda Metro serta dari Tramtib DKI.Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani, dalam sambutannya saat memimpin gelar pasukan, menyatakan operasi pemberantasan premanisme ini digelar karena meningkatnya kejahatan di Jakarta yang meresahkan masyarakat. Salah satunya adalah aksi premanisme. "Dampaknya memang tidak besar. Tapi aksinya yang menggunakan kekerasan selain menimbulkan dampak material juga menimbulkan dampak psikologis bagi masyarakat," kata Firman Gani.Firman menggolongkan premanisme dalam tiga aspek. Yakni jenis kejahatan, pelaku, dan tempat. Dari jenis kejahatan premanisme meliputi meminta uang secara paksa, merampas, sampai dengan menagih utang dengan kekerasan dan pembunuh bayaran.Dari segi pelaku, premanisme digolongkan menjadi perorangan dan berkelompok, baik teroganisir maupun tidak. "Kelompok yang mengancam orang untuk di-sweeping itu tindakan premanisme. Baik sweeping terhadap aksi kejahatan maupun tempat minuman keras, itu juga premanisme. Kita akan hilangkan," tegas Firman.Sedangkan dari segi tempat, lanjut Firman, digolongkan menjadi premanisme jalanan dan tempat-tempat lain seperti mall dan perkantoran. "Tekanan-tekanan saat di pengadilan, itu juga termasuk premanisme."Ketika ditanya bagaimana penanganan terhadap anggota TNI dan Polri yang menjadi backing kejahatan, Firman menyatakan akan menghadapinya. "Kita sudah berkoordinasi dengan TNI. Di samping akan membantu kekuatan juga akan menindak aparatnya yang menjadi backing."Operasi pemberantasan premanisme ini akan tersebut akan berlangsung selama satu bulan sampai 11 September 2005. Operasi dilakukan serentak di Polres-polres di wilayah Polda Metro Jaya.
(gtp/)











































