Kapolres Depok Diganti karena Keamanan Pasca Putusan PT Jabar
Kamis, 11 Agu 2005 18:22 WIB
Jakarta -
Mutasi yang dilakukan Polda Metro Jaya terhadap Kapolres Depok, AKBP Ratnawati Widjaya sempat minimbulkan pertanyaan. Pasalnya Ratnawati baru menjalankan tugasnya sekitar tiga bulan.Akan tetapi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani mengatakan, alasan pergantian Kapolres Depok terkait situasi keamanan pasca pilkada."Ada dua hal. Pertama, keamanan pasca pilkada dan keputusan PT Jabar. Dua konflik ini akan berlangsung lama, tak selesai dalam satu minggu," katanya seusai acara serah terima jabatan 7 perwira polisi di Gedung Polda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Kamis (11/8/2005).Kedua, permasalahan internal di dalam tubuh kepolisian seperti pembinaan dan pengawasan terhadap para anggota yang perlu ditingkatkan lagi."Kesalahan anggota dalam melaksanakan tugas memang menjadi tanggung jawab pimpinan. Sehingga kalau begitu kinerja bawahan perlu ditingkatkan," katanya.Apakah dengan demikian Ratnawati dianggap kurang mampu? "Tidak seperti itu. Hanya diperlukan figur yang cocok untuk mengatasi masalah situasi kantibmas yang terus berkembang," kilah Firman.Lagipula jabatan yang diemban Ratnawati sekarang tidak terlalu turun."Pertimbangan pimpinan kita bukan karena tidak mampu, tapi ini hanya mutasi biasa," ujar Firman.Ratnawati juga mengatakan dirinya merasa lebih terhormat dengan posisinya sebagai pejabat sementara (Pjs) Inspektur Bidang Operasi Polda Metro Jaya. Bahkan jabatan yang diembannya itu memberikan tantangan baru bagi dirinya."Dalam bayangan, saya akan mengawasi pelaksanaan operasional di polres-polres seluruh Jakarta, berarti lingkup tugas saya lebih luas, sementara di Depok hanya untuk wilayah Depok saja," kilahnya.Menanggapi tudingan dirinya dianggap kurang mampu dalam melaksanakan tugasnya, Ratna menjawab diplomatis. "Itu sih terserah penilaian pimpinan, tapi saya menyikapi hal ini dengan bersyukur bahwa saya diberian kesempatan bisa belajar di tempat tugas yang baru. Kalau soal mampu atau tidak orang lain yang menilai," elaknya.
(ahm/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































