Buni Yani Dilirik Jadi Timses Prabowo, PSI: Kita Harus Waspada

Buni Yani Dilirik Jadi Timses Prabowo, PSI: Kita Harus Waspada

Zunita Amalia Putri - detikNews
Senin, 10 Sep 2018 20:11 WIB
Buni Yani Dilirik Jadi Timses Prabowo, PSI: Kita Harus Waspada
Buni Yani (Mei Amelia/detikcom)
Jakarta - Sekjen PSI Raja Juli Antoni mengkritik kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang mempertimbangkan nama Buni Yani masuk tim medsos timses. PSI merespons negatif tindakan tersebut.

"(Buni Yani masuk timses), berarti kami harus siap-siap, cara-cara lama yang digunakan oleh Buni Yani dan kawan-kawan bisa jadi dipraktikkan kembali," kata Toni di gedung High End, Jl. Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (10/9/2018).


Dia menyebut track record Buni Yani, yang merupakan terpidana kasus pemotongan video Ahok di Kepulauan Seribu waktu itu. Dia pun menilai Buni Yani bisa menggunakan cara-cara lama untuk menjatuhkan Jokowi di medsos.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kan Buni Yani punya track record dan dia sudah dinyatakan bersalah. Bisa jadi, cara-cara lama yang pernah digunakan di DKI akan dipergunakan kembali untuk level nasional, kita harus waspadalah," tutur dia.

"Itu soal etika ya, terserah saja kalau memang kubu sana mau mempergunakan orang yang memang tercoret namanya," tambahnya.


Sebelumnya, Djoko Santoso bicara peluang Buni Yani masuk tim sukses pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dia menyebut kemungkinan Buni Yani dimasukkan ke tim medsos.

"Insyaallahlah ya. Insyaallah tak suruh (saya) masuk (timses)," kata Djoko di kediamannya, Jl. Bambu Apus Raya, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (8/9).

Buni Yani dinilai cocok masuk timses divisi medsos karena background-nya sebagai seorang dosen.

"Dia belum minta apa-apa, tapi beliau adalah seorang penulis. (Divisi timses) medsoslah, dia kan dosen juga kalau nggak salah," kata Djoko. (zap/rna)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads