BRR Aceh Belum Tahu Perannya Usai Kesepakatan Helsinki

BRR Aceh Belum Tahu Perannya Usai Kesepakatan Helsinki

- detikNews
Kamis, 11 Agu 2005 17:57 WIB
Jakarta - Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh belum mengetahui perannya terkait kesepakatan damai antara pemerintah RI dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Helsinki yang akan ditandatangani 15 Agustus 2005."Saya sendiri tak tahu persisnya karena belum mengetahui kedalaman atau cakupan yang perlu dilakukan," kata Ketua BRR Aceh Kuntoro Mangkusubroto usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla, di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (12/8/2005). Kuntoro juga mengaku tidak mengetahui bentuk kesepakatan yang akan ditandatangani di Helsinki, Finlandia itu. Meski begitu Kuntoro akan menyiapkan diri jika ada perubahan peran BRR. Sementara itu mengenai rekonstruksi di Aceh, saat ini bantuan senilai 4,1 miliar dolar AS siap direalisasikan dalam bentuk proyek-proyek. Proyek itu berasal dari negara luar di antaranya pembangunan dermaga di Meulaboh oleh Palang Merah Internasional dan pemerintahan Singapura yang mencapai 7 juta dolar AS.Kemudian juga pembangunan pelabuhan feri Ulele yang dikembangkan menjadi pelabuhan kargo oleh pemerintahan Australia. Lalu pembangunan jalan dari Meulaboh ke Banda Aceh oleh pemerintahan AS senilai 245 juta dolar AS. Serta pembangunan jalan yang menghubungkan Meulaboh-Calang oleh pemerintahan Jepang senilai 49 juta dolar AS.Menurut Kuntoro, proyek tersebut sudah mulai dilaksanakan bahkan sudah ada yang dibangun sejak dua bulan lalu seperti dermaga. Jika ada dugaan mark up dalam proyek itu, menurut Kuntoro, itu menjadi urusan internal negara yang mengerjakan proyek. "Kalau ini misalnya pembangunan jalan oleh AS maka itu urusan internal AS sendiri. Maka silakan BPK AS yang melakukan kajian," kata Kuntoro. (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads