DetikNews
Senin 10 September 2018, 14:46 WIB

Pemprov DKI: Atlet Jangan Diguyur Bonus Berlebihan

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Pemprov DKI: Atlet Jangan Diguyur Bonus Berlebihan Momen penutupan Asian Games 2018 (Foto: ANTARA FOTO/INASGOC/Rosa Panggabean)
Jakarta - Atlet Asian Games 2018 yang mendapatkan medali akan mengantongi bonus lagi dari pemerintah daerah (pemda), termasuk yang berasal dari DKI Jakarta. Pemprov DKI Jakarta pun sudah mengusulkan besaran bonus itu ke DPRD DKI.

"Kalau misalnya sudah persetujuan dewan, sambil menunggu evaluasi Kemendagri, kita nanti akan berkunjung ke Kemendagri, bisa nggak untuk atlet ini kita cairkan lebih dulu," ucap Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) DKI Jakarta Ratiyono di DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (10/9/2018).

Besaran bonus tersebut sudah diatur dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 1203 Tahun 2018 yang mengatur tentang besaran bonus atlet peraih medali di kompetisi tingkat Asia untuk kategori perorangan tingkat Asia. Dalam aturan itu, atlet peraih medali emas berhak mendapat bonus Rp 300 juta, peraih medali perak Rp 150 juta, dan peraih medali perunggu Rp 90 juta.

Namun sebelumnya Wakil Ketua Badan Anggaran DPRD DKI M Taufik sempat mengatakan Pemprov DKI mengusulkan bonus untuk penerima medali emas Asian Games menjadi Rp 750 juta dari sebelumnya Rp 300 juta. Ternyata menurut Ratiyono besaran bonus tetap sesuai dengan Kepgub Nomor 1203 Tahun 2018.

Saat ditanya apakah hal tersebut berarti usulan kenaikan bonus itu tidak jadi, Ratiyono tidak menjawab lugas. Menurutnya, besaran bonus yang diberikan pada atlet sudah sesuai aturan.




"Jadi gini, karena kita sudah punya aturan Pergub dan Pergubnya sudah baru terbit di Agustus pertengahan, mungkin itu yang kita patuhi. Justru kita ingin kepada atlet kita jangan kemudian diguyur bonus yang berlebihan, akhirnya nanti sudah nyaman. Yang kita dorong adalah fighting spirit-nya. Jangan kemudian 'ah sudah nyaman'," kata Ratiyono.

Ratiyono kemudian menceritakan tentang besaran bonus para atlet dari negara-negara tetangga yang nilainya lebih kecil dari Indonesia. Bahkan, menurut Ratiyono, para atlet Jepang tidak mendapatkan bonus.

"Jadi Indonesia memberikan bonus Rp 1,5 M dari pemerintah pusat terus ditambahi dari Pak Gub jadi Rp 1,8 (miliar) tanpa pajak," ucap Ratiyono.

"Sementara di Filipina itu (Rp) 1,6 miliar, Hong Kong (Rp) 3,5 M, tetangga serumpun kita Malaysia (Rp) 280 juta, kemudian Korsel bebas wajib militer itu karena dia sudah membela negara mungkin nilainya lebih dari dia wajib militer. Itu penghargaan negara kepada warganya. Kemudian Jepang sendiri, kenapa Jepang justru tidak memberikan bonus? Karena membela negara adalah suatu kehormatan tiap warga," imbuh Ratiyono.


Intip Rekening Atlet Peraih Medali Asian Games:

[Gambas:Video 20detik]


(dhn/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed