Ulat Grayek Sambut SBY di Maluku

Ulat Grayek Sambut SBY di Maluku

- detikNews
Kamis, 11 Agu 2005 12:29 WIB
Ambon - Panen raya di Maluku pada September nanti bakal ternoda. Ulat grayek yang tidak diundang kini mulai menjarah tanaman padi petani. Padahal rencananya, panen raya akan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.Saat ini ulat tersebut telah menyerang puluhan hektar sawah di Kecamatan Waepao, Maluku. Merajalelanya hama tersebut membuat petani angkat tangan. Malangnya, petugas penyuluh lapangan pun bersikap masa bodoh.Padahal jika tidak diantisipasi sejak sekarang, petani di empat desa, yakni Desa Waegeren, Wikasar, Waikaso dan Wainetat, Kecamatan Waepao, Nemlea, khawatir panen bakal gagal dituai.Ulat grayek yang jadi musuh petani sudah menyerang 459 hektar sawah sejak sebulan lalu. Dan diprediksikan hama itu akan terus mengganas. "Sawah kami akan habis dan ini akan berdampak bagi kondisi hidup masyarakat kami," ujar Ketua Pemberdayaan Pengelolaan dan Pemanfaatan Air (P3A) Kecamatan Waepao Mardi kepada detikcom di Namlea, Kamis (11/8/2005).Warga saat ini, kata Mardi, sangat membutuhkan penanganan segera dari dinas pertanian. Sebab ulat grayek yang menyerang padi di Desa Waegeren mampu menghabiskan puluhan hektar sawah dalam semalam. Padahal berbagai cara pencegahan sudah ditempuh, seperti penyemprotan dan pemupukan. Namun hasilnya tetap nihil, karena penyemprotan masih sangat terbatas dan tergantung kemampuan, serta stok yang dimiliki petani.Dari pengamatan detikcom, kondisi padi di sawah-sawah yang ada di Desa Waegeren sangat menyedihkan. Padahal untuk setiap hektar sawah, petani harus mengeluarkan Rp 4 juta. "Sepertinya warga bakal hidup melarat lagi," ujar Mardi pesimistis.Kekecewaan Mardi kian terasa ketika petugas penyuluhan lapangan (PPL) yang sudah diberitahu persoalan tersebut bersikap masa bodo. "Kami sudah sampaikan terus-menerus, tapi tidak mendapat tanggapan balik," katanya.Tidak hanya itu saja, Mardi juga sudah melaporkan kasus tersebut kepada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Buru. Namun sikap mereka juga tidak jauh berbeda dengan sikap PPL.Apa boleh buat, untuk mengantisipasi makin ganasnya hama ini, Mardi bersama beberapa petugas P3A langsung mendatangi DPRD Kabupaten Buru untuk mengadukan nasib para petani di Waepao. Atas pengaduan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Buru Ramli Umasugi menyatakan keprihatinannya dengan kondisi yang dialami warga Waeapo. Menurutnya, hamparan sawah seluas 459 hektar yang terserang hama grayek telah mempengaruhi tatanan ekonomi lokal. "Hal ini harus segera disikapi secara efektif dan efisien," kata Ramli tanpa merinci secara kongkret langkah apa yang akan ditempuhnya. Padahal areal sawah di Waepao telah dipersiapkan sebagai tempat acara panen raya yang akan dihadiri Presiden SBY pada September nanti. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads