Kubu Nur Mahmudi Sembelih Ayam di Kecamatan Pancoran Mas

Kubu Nur Mahmudi Sembelih Ayam di Kecamatan Pancoran Mas

- detikNews
Kamis, 11 Agu 2005 11:43 WIB
Jakarta - Aksi memprotes putusan Pengadilan Tinggi Jawa Barat (PT Jabar) terus berlanjut. Pendukung Nur Mahmudi menyembelih ayam sebagai simbol matinya demokrasi.Dua ayam berbulu putih itu menggelepar-gelepar saat lehernya dipotong dengan sebilah golok tajam. Darah segar pun mengalir membasahi keranda mayat yang diusung massa dari Forum Bersama Masyarakat Depok.Keranda itu terlihat ditutup kain putih yang bertuliskan "Demokrasi Mati" serta ditempeli 5 lembar duit seribuan. "Allahu akbar, Allahu Akbar," pekik 200 orang pendukung Nur Mahmudi.Unjuk rasa ini uniknya digelar tidak di kantor MA, atau PT Jabart, atau Kantor Walikota Depok atau KPUD Depok, melainkan di kantor Kecamatan Pancoran Mas, Jalan Kartini Nomor 9 Depok, Jawa Barat, Kamis (11/8/2005).Kantor Kecamatan Pancoran Mas ini didemo karena di kecamatan inilah Badrul Kamal mengklaim suaranya digembosi dalam gugatannya ke PT Jabar. Dan kini pendukung Nur Mahmudi meminta agar Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) untuk menjelaskan hasil perhitungan suara Pilkada Depok. "Rakyat Depok patuh pada hukum tetapi kita dikibulin dalam pilkada. Kita tetap dukung Pak Nur jadi Walikota Depok," kata salah seorang pendemo, Imam Kurtubi, dalam orasinya.Pendukung Nur Mahmudi juga membentangkan spanduk antara lain bertuliskan "Bad Rule Come All" yang merupakan pelesetan nama Badrul Kamal dan "Rakyat dikibulin hakim Nana Durjana".Aksi berlangsung damai dan tidak memacetkan arus lalu lintas. Sekitar 40 personel Polres Depok pun menjaga jalannya aksi ini. Hingga pukul 11.30 WIB, aksi itu masih berlangsung. (aan/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini