PP Pemuda Muhammadiyah Undang JK ke Muktamar di Yogyakarta

PP Pemuda Muhammadiyah Undang JK ke Muktamar di Yogyakarta

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Jumat, 07 Sep 2018 16:56 WIB
PP Pemuda Muhammadiyah Undang JK ke Muktamar di Yogyakarta
Wapres JK menerima kedatangan Ketua Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak (Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom)
Jakarta - Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah mengundang Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pada acara muktamar di Yogyakarta pada November mendatang. JK diminta hadir karena sebagai tokoh yang tidak ikut kontestasi Pilpres 2019.

"Kami akan melaksanakan muktamar Pemuda Muhammadiyah di Yogyakarta tanggal 24 sampai dengan 28 November 2018, dan beliau bersedia membuka acara tersebut. Kenapa yang kami minta membuka itu Pak JK, bukan presiden? Karena nanti November itu sudah ada kontestasi Pilpres, Pak Jokowi dan Pak Prabowo," ujar Ketua Pengurus Pusat PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (7/9/2018).

Dahnil mengatakan Jokowi dan Prabowo juga akan diundang. Keduanya diundang sebagai capres yang akan menyampaikan visi dan misinya ke peserta muktamar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemudian yang kedua yang juga penting, ini terkait dengan agenda dan konstelasi politik kebangsaan kita pada hari ini. Saya menyampaikan kepada Pak JK, sekarang kan situasi politik kita itu, kalau bahasa kami anak muda itu nggak asyik," kata Dahnil.

Menurut Dahnil, situasi politik jelang Pemilu 2019 menjadi tidak asyik karena banyaknya politikus yang baperan. Politikus baperan yang dimaksud Dahnil adalah politikus yang diisi anak-anak alay yang kemudian membuat keributan di media sosial.

"Nah ini jadi masalah sehingga sosial media kita itu penuh dengan noise, bukan noise bukan dalam konteks membangun dengan gagasan itu, tapi justru kemudian sudah mereduksi pribadi," tuturnya.

Jika argumentasi yang keras telah melibatkan massa, maka potensi kericuhan politik akan muncul. PP Pemuda Muhammadiyah pun meminta JK untuk tetap berada di antara 2 kubu di Pilpres 2019.




"Karena saya menganggap beliau nanti akan selesai sebagai wapres dan saat ini juga beliau tidak ikut kontestasi ini, makanya tadi saya terus terang menyampaikan ke Pak JK, kalau bisa ada di tengah. Kemudian memberikan masukan kepada dua kubu, mengingatkan semua elite politik supaya tidak melakukan kontestasi yang anarkis," imbuhnya.

JK juga dipandang dapat diterima banyak kelompok baik Islam, Nasionalis, hingga kelompok Saudagar. Namun, kepada Dahnil, JK mengatakan dirinya tetap harus memegang etika sebagai pasangan Jokowi selama 5 tahun.

"Tapi terus terang Pak JK menyampaikan tentu etika beliau sebagai pasangan Pak Jokowi selama 5 tahun itu men-drive beliau harus ke mana. Tapi kami berharap Pak JK bisa menjadi tokoh bangsa yang tengahan untuk meredam situasi kontestasi politik yang mungkin panas," ucap Dahnil.



Tonton juga 'JK: Kesuksesan Asian Games 2018 Berkat Semua Pihak':

[Gambas:Video 20detik]

(nvl/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads