DetikNews
Jumat 07 September 2018, 14:31 WIB

Kisah Cinta Ganjar - Atikoh (2)

Bersepeda dan Polisi di Kosan Atik 

Angling Adhitya Purbaya, Usman Hadi - detikNews
Bersepeda dan Polisi di Kosan Atik  Ganjar Pranowo dan Siti Atikoh Suprihanti (Kiagoos Auliansyah/detikcom)
Jakarta -

Setelah mulai resmi memacari Siti Atikoh Supriyanti (Atik), Ganjar Pranowo kain mafhum bahwa gadis idamannya itu tak cuma cantik secara fisik. Tutur, sikap, dan perilakunya memikat. Selain itu, Atik merupakan tipe perempuan tahan banting.

"Istri saya itu survival, selalu mencoba bertahan. Itu yang membuat saya terkesan," ujar pria kelahiran Karanganyar, Jawa Tengah, 28 Oktober 1968 itu.

Salah satu momentum paling romantis yang membuat Ganjar makin yakin menjadikan Atik sebagai pendamping hidupnya adalah ketika Ika, kakak Ganjar, terbaring sakit. Selama beberapa lama, Atik ikut meluangkan banyak waktu menunggu calon kakak iparnya itu di rumah sakit. Bahkan, ketika Mbak Ika akhirnya harus berpulang menghadap Sang Khalik, Atik berperan menjadi sosok terdekat yang menguatkan Ganjar.

"Dia menunggui kakak saya, luar biasa hebatnya itu. Saat nunggu kakak, kita tidak sempat cuci baju. Dia yang mencucikan di kos sampai teman-temannya heran kok ada baju cowok di jemuran," tutur Ganjar.

Keayuan dan kebaikan Atik tentu tak cuma memikat Ganjar. Selama mereka berpacaran, Ganjar tahu ada lelaki lain yang suka bertandang ke tempat kos Atik tanpa bisa dicegah. Salah satunya berprofesi sebagai polisi. Ganjar, yang kerap mengajak kencan gadis pujaannya itu, hanya dengan bersepeda ada kalanya tahu diri. Dia membiarkan lelaki pesaingnya berbincang dengan Atik, sementara dia menunggu tak jauh dari tempat kos. Tapi sesekali kenakalan dan harga dirinya sebagai lelaki tak bisa diajak kompromi. Ganjar nekat jadi lelaki slonong boy, lalu ikut nimbrung dalam percakapan sekenanya.

"Jadi, pas saya apel, (pernah) ada mahasiswa yang nyambi polisi, dulu kan ada militer sukarela itu, ya. Pas ada tamu cowok, saya minggir, atau (kadang) ya ikut ngobrol, saya cuek. Saya juga nggak tahu kenapa (akhirnya Atik) maunya sama saya," ujar Ganjar setengah bangga.

Ditemui terpisah, Sugeng Triyono, yang biasa disapa Jabrik, bersaksi soal kisah-kasih Ganjar Pranowo dan Siti Atikoh Supriyanti. Meski tergolong sobat karib, dia mengaku baru tahu kisah asmara keduanya sekitar sebulan setelah KKN. Kala itu, untuk pertama kalinya Ganjar dan Atik tampil terbuka di muka publik. Tepatnya ketika keduanya menghadiri resepsi pernikahan kakak Jabrik.

Rupanya Ganjar lebih suka merahasiakan hubungannya dengan Atik. Sebab, dalam momen-momen spesial, seperti malam Minggu atau tahun baru, Ganjar lebih banyak melewatkannya dengan Jabrik. Malah pernah suatu ketika Ganjar sebetulnya sudah janjian dengan Atik untuk merayakan malam tahun baruan bersama. Eh, ternyata Ganjar kemudian memilih naik gunung bersama Jabrik.

"Jadi pacarnya ya aku ini, malam Minggu, naik gunung, tahun baruan. Tapi kan (jadinya) naik gunung sama aku, karena aku ulang tahun," kata Jabrik.


Sebelum resmi dengan Atik, menurut Jabrik, sejatinya ada beberapa gadis yang menaruh hati pada Ganjar. Cuma sohibnya itu tidak pernah memberikan isyarat yang tegas apakah menerima atau menolak. Dia malah kemudian seperti sengaja memberi perhatian ke perempuan lain bila tahu ada yang menaksirnya.

"Jadi ada cewek suka sama dia, tapi dianya sukanya sama ini (cewek lain). A-B-C seneng sama Ganjar, tapi Ganjar sukanya sama D-E-F. Nggak ketemu, meleset," kenang Jabrik saat ditemui di rumahnya, Kampung Celeban, Kelurahan Tahunan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Setelah sekitar empat tahun pacaran, Ganjar dan Atik menikah pada 1999. Ganjar mengaku sempat deg-degan ketika memberi tahu ibunya kala itu bahwa calon istrinya belum bisa memasak. Sejoli itu bernapas lega ketika ibunda Ganjar tidak mempermasalahkannya. "Istriku sudah deg-degan, tapi Ibu bilang ora papa (nggak apa-apa)," katanya. "Tapi berkat tidak bisa masak itu jadi tahu kulineran," imbuh Ganjar.

Ganjar dan Atik memulai bahtera rumah tangga dengan kehidupan yang sederhana. Menabung sedikit demi sedikit untuk membeli rumah sederhana di Purbalingga. Hubungan jarak jauh pun sempat dilakukan ketika Ganjar harus kerja di Jakarta dan Atik menjadi PNS di Purbalingga.

Karier Ganjar menanjak ketika sang istri juga mendukung agar ia memantapkan langkah di dunia politik. Melihat perjuangan istrinya, Ganjar juga teringat salah satu permintaan almarhumah Mbak Ika sebelum meninggal. "Kakak saya tahu kok setiap hari ditunggui pacarnya adikku. Dia berharap, 'koe kudu serius (kamu harus serius)'," kata Ganjar mengingat kata-kata kakaknya itu.

Kini pasangan Ganjar-Atik dikaruniai anak lelaki semata wayang, Muhammad Zinedine Alam Ganjar, yang bersekolah di SMAN 3 Semarang.




(jat/jat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed