DetikNews
Jumat 07 September 2018, 13:04 WIB

Kisah Cinta Ganjar – Atikoh (3)

Gandeng dan Cium, Resep Harmonis 

Angling Adhitya Purbaya, Usman Hadi - detikNews
Gandeng dan Cium, Resep Harmonis  Ilustrasi (Nadia Permatasari W/detikcom)
Jakarta -

Tempat Pemungutan Suara (TPS) 2 Gajahmungkur, Semarang, 27 Juni 2018. Seorang lelaki muda berambut putih keperakan menggandeng mesra perempuan ayu berkerudung merah begitu turun dari kendaraan. Segenap mata hadirin di TPS pagi itu berfokus menatap kehadiran keduanya, yang tak lain adalah Ganjar Pranowo dan istrinya, Siti Atikoh Supriyanti (Atik).

Gandengan keduanya baru terlepas ketika mereka masuk ke bilik TPS. Tapi, begitu keluar dari bilik masing-masing, keduanya kembali bergandengan tangan menuju kotak suara. "Cium, Pak, cium," teriak seorang satu warga menggoda kemesraan keduanya. Tak disangka, Ganjar menuruti permintaan tersebut. Atik, yang telah hampir 20 tahun menjadi istri Ganjar, cuma tersipu ketika sebuah ciuman mesra mendarat di keningnya.

Menggandeng dan mencium istri sudah menjadi kebiasaan Ganjar. Aura romantisme yang diciptakan keduanya tak urung menjadi perhatian publik. Ganjar pribadi menilai apa yang dilakukannya bukan hal istimewa.

"Yo ndak papa to ya, apa salahnya? Kan karo bojone dewe (kan sama istrinya sendiri)," kata Ganjar saat berbincang dengan detikcom soal kisah cintanya dengan Atik.

Dia menyebut mencium kening dan menggandeng tangan merupakan hal sederhana tapi sangat dalam maknanya. Itu bagian dari cara dirinya menjaga keharmonisan dan keromantisan keluarga. Bukan cuma untuk pencitraan di depan publik, apalagi saat itu dalam masa pilkada.

"Gandeng dan cium itu rutin. Misal mau pelantikan, meski (Atik) menyusul, tetap cium dulu. Saya pergi kerja, cium dulu. Anakku juga tak cium biarpun kadang dia risi," kata Ganjar.

Risi yang dirasakan Muhammad Zinedine Alam Ganjar, putra semata wayang Ganjar-Atik, bisa dipahami mengingat dia sudah remaja. Saat ini Alam tercatat sebagai pelajar SMAN 3 Semarang. Meski anak pejabat, sikapnya dikenal tetap santun, apalagi kepada orang yang lebih tua.

Resep menjaga keharmonisan seperti yang dipraktikkan Ganjar dan Atik ternyata menjadi semacam virus kebaikan bagi para pegawai di lingkungan Pemprov Jawa Tengah. Setidaknya rekan kerja dan koleganya di sana sudah mulai terjangkit 'virus cinta' itu.

"Ternyata menimbulkan kebaikan, bagus, to. Gandengan itu merupakan ekspresi rasa sayang, rasa melindungi, kekompakan. Ya, walau kadang-kadang tidak kompak, wajar, tapi ini menunjukkan rasa sejati kita," katanya.

Ganjar menikahi Atik pada 1999, setelah keduanya melakoni masa pacaran sejak 1994. Keduanya pertama kali bersua saat menunaikan Kuliah Kerja Nyata di Temanggung, Jawa Tengah. Atik adalah mahasiswi Fakultas Pertanian UGM, tiga tahun di bawah Ganjar.




(jat/jat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed