DetikNews
Jumat 07 September 2018, 08:47 WIB

Kisah Cinta Ganjar - Atikoh (1)

Cinta Bersemi di Ajang KKN 1994

Angling Adhitya Purbaya, Usman Hadi - detikNews
Cinta Bersemi di Ajang KKN 1994 Ganjar Pranowo dan Siti Atikoh Supriyanti (Foto: Instagram)
Jakarta -

Sejak kubertemu / Ku telah jatuh hati padanya / Di dalam hati / Telah menjelma cinta / Dan bawalah daku selalu....

Lagu 'Cinta' milik Vina Panduwinata itu amat pas menggambarkan kisah-kasih antara Ganjar Pranowo dan Siti Atikoh Supriyanti (Atik). Ya, keduanya kini telah membina bahtera rumah tangga selama 19 tahun berkat cinta pada pandangan pertama.

Alkisah, saat masih menjadi mahasiswa Fakultas Hukum UGM, Ganjar melakoni Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Temanggung pada 1994. Di wilayah itu pula, Atiq melakukan KKN. Paras ayu mahasiswi Fakultas Pertanian UGM itu langsung menggetarkan Ganjar. Sang aktivis Gelanggang Mahasiswa pun langsung melancarkan berbagai jurus untuk bisa mencuri waktu bercakap-cakap dengan sang gadis.


"Ketemu pertama kali itu saat briefing mau KKN. (Terus) sering ketemu ngobrol.
Saat lihat dia, saya sudah yakin ini pasti akan menjadi istri saya kelak," tutur Ganjar membuka rahasia perjalanan cinta kasihnya dengan sang istri kepada detikcom.

Kecantikan paras Atiq, dilengkapi dengan tutur, sikap, dan perilakunya yang sangat agamis. Selidik punya selidik, rupanya Atik cucu seorang kiai berpengaruh di lingkungan Nahdlatul Ulama di Karanganyar, Purbalingga. Sang kakek, KH Hisyam A Karim, adalah pendiri Pondok Pesantren PP Riyadus Sholikhin Kalijaran. Ayah Atik bernama H.Supriyadi.

Toh begitu, Ganjar mengaku Atik bukan gadis pertama yang pernah memikatnya. Setidaknya ada tiga gadis lain yang pernah ditaksirnya, tapi bertepuk sebelah tangan alias tak berbalas. Maklum, sebagai aktivis penampilannya kala itu agak lusuh. Rambutnya yang dibiarkan gondrong membuat malas gadis-gadis untuk memberikan perhatian lebih kepadanya.

"Iya pernah naksir tiga orang (tapi) enggak ada yang mau (terima). Digojeki yo enggak respons," kata lelaki kelahiran Karang Anyar, 28 Oktober 1968 itu diiringi tawa.

Sebaliknya Atik justru mengaku melihat ada satu yang spesial dari Ganjar yang tak dimiliki lelaki lain pada umumnya. Di mata Atik, Ganjar punya kecerdasan sosial yang sangat baik. Dia bisa cepat cari dan membaur dengan warga tempat KKN. Jiwa kepemimpinan Ganjar pun sangat menonjol. Itulah yang membuat Atik kelepek-kelepek terhadap Ganjar.

Toh, di awal hubungan keduanya ternyata tak sepenuhnya mulus. Meski diketahui punya kemampuan komunikasi dan sosialisasi yang cair dengan masyarakat, nyatanya Ganjar seorang 'introvert'. Khususnya saat berhadapan dengan Atik. Dia cuma rajin berkunjung, tapi materi pembicaraan tak pernah tegas memposisikan dirinya sebagai kekasih. Padahal sebagai perempuan, Atik sangat butuh dan menantikan kepastian lewat tutur kata langsung Ganjar.

"Bojoku sempet meh frustasi, kan (aku) enggak nembak-nembak. Udah lama dekat kok enggak ada bunyinya, padahal perempuan kan butuh statement. Mungkin pikirnya iki tenan opo guyon," tutur Ganjar mengakui kekurangannya sebagai lelaki muda kala itu.

Saat mengungkapkan perasaannya pun, Ganjar tak sampai menyatakan 'I Love You' atau 'Aku tresno karo kowe'. Kepada gadis idamannya itu dia cuma memastikan dirinya sangat ingin menjalani hubungan dengan serius. "Semoga kita berjodoh."

Setelah 'Proklamasi' dikumandangkan, Atik merasa tenteram bahwa Ganjar adalah pria sejati yang diidamkannya. Keduanya mulai berani tampil berdua di muka publik.




(jat/jat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed