DetikNews
Kamis 06 September 2018, 12:26 WIB

Ayah Sakit, Siswa SD Ini Jadi Pemulung hingga Tengah Malam

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Ayah Sakit, Siswa SD Ini Jadi Pemulung hingga Tengah Malam Foto: Ucok yang terpaksa nyambi jadi pemulung (chaidir/detikcom)
Pekanbaru - Nama lengkapnya Suprianto (12), namun sapaan akrabnya Ucok. Siswa SD di Pekanbaru ini rela jadi pemulung karena sang ayah sakit.

Di tempat pembuangan sampah, di Jl Sumatera Pekanbaru, malam itu Ucok mengais sisa-sisa sampah. Botol bekas minuman mineral yang dia cari. Badannya yang kurus memanggul plastik hitam besar yang nyaris setinggi badannya.

Ia memulung dengan tetap mengenakan celana panjang sekolahnya warna merah hati. Di tempat sampah itu dia mendapatkan beberapa botol plastik bekas minuman. Dia kumpulkan dalam plastik hitam.

Bocah ini beralamat di Jl Sutomo, Limapuluh, Pekanbaru. Di jalan itu orang tuanya mengontrak rumah. Dia bersekolah di SD Negeri 87 Pekanbaru jelas V. Ucok merupakan pasangan buah hati Enasokhi (43) dan ibunya Enaria (40).

"Cari barang bekas hanya botol plastik saja, tidak yang lain. Tiap hari cari barang bekas, setelah pulang sekolah jam 1 siang," kata Ucok dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (6/9/2018).

Untuk mencari barang bekas, dari siang dia berjalan kaki menelusuri sejumlah jalan di Pekanbaru. Wilayahnya sekitar Limpuluh, dan Pekanbaru Kota. Dia baru pulang bila plastik hitam sebagai tempat pengumpul sudah penuh.

"Biasanya dari jam 13.00 siang cari botol bekasnya sampai jam 22.00 WIB malam. Tapi kalau lagi dapat banyak, jam 19.00 WIB malam sudah pulang," kata Ucok berdarah Nias itu asal Sumatera Utara (Sumut) itu.

Dia mengaku lapar, bila sudah matahari terbenam. Tapi lapar harus dia tahankan hingga pulang ke rumah yang rata-rata pukul 22.00 WIB. Tapi kadang, rezeki ada saja yang dia terima dari warga. Sampai di rumah, masih menyempatkan diri untuk membaca buku pelajarannya hingga pukul 23.00 WIB.

"Tadi waktu ambil botol bekas, ada orang yang kasih kue. Belum dimakan, nantilah kalau sudah sampai rumah biar untuk adik juga makan," katanya lirih.


Ucok berbadan kurus ini mengaku sudah dua tahun mencari barang bekas. Ini rela dia lakukan, sejak ayahnya mengalami kecelakaan saat bekerja. Dulunya, mereka tinggal di Taluk Kuantan, Ibukota Kuantan Singingi berjarak lebih dari 90 km dari Pekanbaru.

"Bapak dulu pekerja pembersih kayu. Tapi pernah tabrakan naik motor dan jari tangan kirinya menjadi cacat tidak bisa digerakan," kata Ucok.

Sejak peristiwa itu, mereka pindah ke Pekanbaru karena sang ayah tak lagi bisa bekerja. Bocah ini anak ke lima dari enam bersaudara. Empat orang kakaknya sudah putus sekolah semuanya. Adiknya ada yang usia lima tahun.

"Abang sama kakak mereka sudah kerja, tapi cuma tamat SD aja. Aku cari barang bekas untuk bantu orang tua," katanya.

Setiap barang bekas yang dia bawa pulang, esok harinya orang tuanya yang akan membersihkan botol plastik tersebut. Setiap hari bocah yang punya cita-cita sebagai pemain bola ini diberikan uang jajan Rp 5.000 per hari.

"Libur cari barang bekas hari minggu aja, karena bapak menyuruh ke gereja," kata pengagum Rodaldo itu.

Kendati berasal dari keluarga tak mampu, Ucok selalu mengingat pesan sang ayah. Dia tak akan mengambil barang-barang milik orang lain.

"Bapak selalu pesan, selama mencari barang-barang bekas jangan pernah mencuri. Nggak boleh mencuri, dosa, Tuhan akan marah," kata Ucok yang meraih juara 4 di kelasnya.




Tonton juga 'Keseharian Ibu Pemulung yang Tak Kenal Lelah':

[Gambas:Video 20detik]


(cha/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed