DetikNews
Kamis 06 September 2018, 11:42 WIB

Wiranto Beri Dana Kompensasi bagi Korban Bom Thamrin-Kampung Melayu

Ibnu Hariyanto - detikNews
Wiranto Beri Dana Kompensasi bagi Korban Bom Thamrin-Kampung Melayu Foto: Ibnu Hariyanto/detikcom
Jakarta - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memberikan dana kompensasi senilai Rp 1,6 miliar kepada korban tindak terorisme. Dana kompensasi itu diserahkan oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto.

Penyerahan dana kompensasi dilakukan di kantor LPSK, Jalan Raya Bogor, Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (6/9/2018). Didampingi Ketua LPSK, Wiranto memberikan dana kompensasi kepada 17 korban terorisme Bom Thamrin, Bom Kampung Melayu, dan serangan di Mapolda Sumatera Utara.


Dalam sambutannya, Wiranto mengatakan penderitaan para korban terorisme itu pada hakikatnya tidak bisa diukur hanya dengan nominal rupiah. Namun setidaknya pemberian dana kompensasi ini merupakan bentuk perhatian sungguh-sungguh dari pemerintah terhadap para korban terorisme.

"Yang barangkali kalau dinilai dari nominal uangnya memang tidak sepadan dengan apa yang dirasakan oleh korban yang tentu tidak bisa dinilai dengan harta benda. Tapi paling tidak ada kesungguhan pemerintah menunjukkan satu atensi yang sungguh-sungguh kepada para korban itu," kata Wiranto.


Dana kompensasi senilai Rp 1,6 miliar tersebut diberikan kepada 17 orang korban terorisme dengan perincian Rp 814 juta kepada 13 orang korban Bom Thamrin, Rp 202 juta kepada 3 orang korban Bom Kampung Melayu, dan Rp 616 juta untuk 1 orang korban serangan teroris di Mapolda Sumatera Utara.

Sementara itu, perwakilan penerima dana kompensasi Ipda Deni Wahyu, yang merupakan korban bom Thamrin menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah atas dana kompensasi tersebut. Dia pun berharap ke depan pemberian dana kompensasi kepada korban terorisme tidak menunggu putusan peradilan.


Wiranto meresmikan Gedung LPSK baru.Wiranto meresmikan gedung baru LPSK. (Ibnu Hariyanto/detikcom)

"Kami berharap pemberian kompensasi kepada korban tidak harus lewat pengadilan," kata Ipda Deni Wahyu.

Selain itu, dia meminta pemerintah memperhatikan lapangan kerja bagi para korban terorisme. Sebab, menurut Deni Wahyu, para korban terorisme biasanya mengalami cacat sehingga susah mencari lapangan pekerjaan.

"Korban teror juga dibantu lapangan pekerjaan, dia biasanya cacat dan dikeluarkan dari pekerjaannya," tambahnya.

Dalam acara tersebut juga dilakukan peresmian gedung baru LPSK. Wiranto, yang mewakili Presiden RI Joko Widodo, meresmikan gedung baru LPSK tersebut.

"Atas nama Presiden Indonesia, saya Menko Polhukam mengucapkan meresmikan gedung baru LPSK," kata Wiranto sambil memotong pita.
(ibh/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed