Permintaan Sandi untuk 'Shut Up' soal Dolar Dinilai Bukan Gimik

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Kamis, 06 Sep 2018 08:25 WIB
Foto: Sandiaga Uno (Indra Komara/detikcom)
Foto: Sandiaga Uno (Indra Komara/detikcom)
Jakarta - Bakal Cawapres Sandiaga Uno meminta agar tensi politik saat ini diturunkan. Sandiaga meminta para politikus menahan diri untuk tidak berkomentar terkait nilai tukar Rupiah yang kembali melemah.

Pakar komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, menuturkan apa yang disampaikan Sandiaga bisa saja bukan sekadar gimik. Hendri menyebut kapasitas Sandiaga yang berpesan mengenai hal itu tepat karena posisinya sebagai politikus sekaligus pengusaha.

"Saya rasa bisa tulus ya, karena sebagai politisi dia juga pengusaha. Dia mengerti juga gitu, kondisi negara itu juga sedang tidak bagus. Sekarang ekonomi sedang rawanlah secara ekonomi," kata Hendri Satrio saat dihubungi detikcom, Rabu (5/9/2018).

Baca Juga: Kontroversi Sandiaga Dorong Politikus Shut Up!

Hendri mengatakan pesan yang disampaikan Sandiaga merupakan cara agar tidak ada spekulan yang memanfaatkan momen melemahnya Rupiah terhadap dolar tersebut. Dia menyebut, Sandiaga memahami kondisi ekonomi yang terjadi saat ini.

"Apa yang dikatakan Sandi bisa dibilang agar spekulan tidak masuk. Kalau spekluan masuk kan juga bahaya," jalasnya.

Hendri menuturkan, pesan yang disampaikan Sandiaga tamparan bagi pemerintah. Sandiaga sebagai oposisi, menurut Hendri, lebih peduli dibanding pemerintah terkait melemahnya rupiah yang dinilai hanya menunggu.

"Kalau dicitrakan sebgai gimmick saya rasa juga nggak apa-apa juga. Apa yang dikatakan Sandi sebuah tamparan buat petahana. Karena sampai seorang oposisi peduli terhadap kondisi ekonomi ini, saya rasa harusnya petahana harus peduli lagi. Saat ini kan kita baca dari strateginya pemerintahan jokowi terhadap rupiah ini kan strateginya buying time," ucapnya.

"Ini kan juga bisa jadi penilaian sendiri di masyarakat kan, ini pemerintah ngapain. Sekarang tidak diganggu oposisi, nggak ada alasan 'kita nggak bisa konsentrasi nih karena oposisi gangguin'," sambung Hendri.

Baca Juga: Rupiah Melemah, Sandiaga: Politisi Shut Up Dulu

Hendri mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga lebih memilih kebijkan populis dibanding berupaya serius untuk mengatasi melemahnya Rupiah. Jokowi dinilainya tidak berani bertindak tegas karena terkait dengan Pilpres 2019.

"Pemerintah nunggu aja, kali aja nanti Rupiah kuat dengan sendirinya atau ya sambil nunggu pilpres kejadian. Sebetulnya kan yang bisa menyelamatkan ini yang memperbaiki kondisi saat ini kan naikin BBM. Presiden kan nggak berani naikin BBM, karena tidak populis. Apalagi jelang Pilpres 2019 sekarang," sebutnya.

Baca Juga: Sandiaga Ingin Politisi Shut Up, PD Tak Mau Diam soal Rupiah

Sandiaga sebelumnya ingin tensi politik tidak memanas saat nilai tukar rupiah melemah atas dolar AS. Dia berharap tidak ada kegaduhan sampai nilai tukar rupiah kembali menguat.

"Politisi kita minta, politisi shut up dululah. For the next two weeks, jangan dulu, termasuk dari pihak kita. Saya bilang tunggu, kita turunkan tensi dulu," ucap Sandiaga, Rabu (5/9).



Saksikan juga video 'Pesan Sandi untuk Milenial di Tengah Anjloknya Rupiah':

[Gambas:Video 20detik]

(fdu/bag)