Merek Pierre Cardin Milik Orang Jakarta, MA Terbelah

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 06 Sep 2018 08:24 WIB
Pierre Cardin (pierrecardin.com)
Jakarta - Mahkamah Agung (MA) memenangkan orang Jakarta, Alexander Satryo Wibowo, sebagai pemilik merek Pierre Cardin. Dari 6 hakim agung yang mengadili, satu di antaranya menyatakan Pierre Cardin adalah milik desainer Prancis.

Berdasarkan berkas putusan yang dikutip detikcom, Kamis (6/9/2018), Pierre Cardin Prancis kalah di tingkat kasasi dan peninjauan kembali (PK). Berikut majelis hakimnya:

Kasasi Perkara Nomor 557 K/PDT.SUS-HKI/2015:
1. Mahdi Soroinda Nasution (ketua majelis).
2. Nurul Elmiyah.
3. Hamdi.

PK Perkara Nomor 49 PK/Pdt-Sus.HKI/2018:
1. Soltoni Mohdally (Ketua majelis).
2. Sudrajad Dimyati.
3. Panji Widagdo.

Dari keenam hakim agung di atas, Nurul Elmiyah tidak setuju Pierre Cardin milik orang Jakarta. Ia beralasan merek Pierre Cardin sudah terkenal di berbagai negara dan merujuk nama desainer Prancis.

"Merek dagang suatu produk tidak hanya bermakna sekadar nama atau tulisan, akan tetapi lebih jauh juga mengandung arti dan maksud yang dapat berhubungan langsung dengan produk yang bersangkutan. Di samping itu merek yang tertulis pada suatu produk juga dapat merupakan ciri pembeda dari daerah mana (dalam negeri) atau dari negara mana (luar negeri) asal-usul produk tersebut," kata Nurul.

Dalam perkawa a quo, nama Pierre Cardin yang merupakan nama asli Penggugat, sedangkan nama atau tulisan produk yang digunakan Terguguat (Alex) juga 'Pierre Cardin' yang terbukti sama pada pokoknya.

"Dan terbukti pula kedua nama atau tulisan tersebut bukan merupakan bahasa atau tulisan dalam bahasa Indonesia, akan tetapi merupakan bahasa atau tulisan dalam bahasa asing yang merupakan bahasa negara asal Penggugat," ujar hakim agung yang juga dosen UI itu.


Namun suara hakim agung Nurul kalah dengan para hakim agung lainnya. Para hakim agung lainnya beralasan, hak merek Pierre Cardin sudah duluan didaftarkan oleh Alex di Indonesia. Pierre Cardin baru mengurus pendaftaran merek belakangan. Alasan lain, kasus itu pernah digugat pada tahun 1981, sehingga tidak bisa digugat lagi.

"Menurut hukum, penggugat tidak diperbolehkan lagi untuk mengajukan gugatan ini," ujar majelis PK dengan bulat.



Saksikan juga video '27 Merek Produk Ikan Makarel Ditarik dari Peredaran':

[Gambas:Video 20detik]

(asp/aan)