SBY Dinilai Belum Berikan Contoh Pemberantasan Korupsi

SBY Dinilai Belum Berikan Contoh Pemberantasan Korupsi

- detikNews
Rabu, 10 Agu 2005 21:49 WIB
Solo - Upaya pemerintahan SBY memberantas korupsi ternyata masih mengundang ketidakpuasan. SBY dinilai belum memberikan contoh pemberantasan korupsi.Fakta yang ada, selain masih menjerat pelaku kecil, SBY juga belum memberikan teladan dan masih membiarkan orang sekitarnya yang terindikasi korupsi terbebas dari hukum. Gebrakan pemberantasan korupsi dinilai hanya upaya SBY mencari popularitas pribadi saja.Penilaian itu disampaikan oleh Anggota DPR Komisi VI Ario Bimo kepada wartawan di Solo, Rabu (10/8/2005)."SBY belum pernah mempersilakan kekayaannya diaudit terbuka. Bagaimana mendapatkan, di saat menjabat pada posisi apa, bagaimana mendapatkannya dan sebagainya," katanya. Langkah mengaudit diri sendiri terlebih dulu itu sangat penting jika memang mau memberantas korupsi. Hal lain yang masih perlu dipertanyakan adalah hingga saat ini SBY tidak memerintahkan pengusutan tuntas indikasi kasus korupsi yang dilakukan oleh orang-orang sekitarnya, atau setidaknya dia tetap membiarkannya. Dicontohkan oleh Bimo, Jusuf Kalla dan Aburizal Bakrie adalah dua dari 16 kreditor bermasalah di Bank Mandiri sebesar Rp 22 triliun.Daftar itu merupakan hasil audit BPK. Namun dari hasil audit itu kemudian untuk nama Jusuf Kalla dan Aburizal dianulir oleh Kejagung dengan alasan telah mengembalikan kreditnya. "Tapi apakah persoalannya segampang itu," ujar Ario.Masih Biarkan Pembangkrut NegaraHal lain yang dicontohkan oleh Bimo adalah sejauh ini SBY masih berkutat pada penanganan korupsi skala kecil yang dilakukan oknum-oknum yang sebagian tergelincir melakukan korupsi. Sedangkan pelaku-pelaku korupsi yang nyata-nyata membuat bangkrut negara masih dibiarkan bebas.Jika memang SBY serius ingin memberantas korupsi, kata Bimo, seharusnya dia memberikan prioritas terlebih dahulu dengan menyeret pihak-pihak yang disebutnya sebagai preman koruptor yang sejak awal motivasinya memang ingin korupsi dan telah nyata-nyata membangkrutkan negara."Berani tidak dia menyeret pembangkrut negara dalam kasus BLBI yang melarikan uang negara Rp 600 triliun lebih. Berani tidak SBY membuka kembali kasus Soeharto dan SP-3 untuk Ginanjar. Seharusnya hanya yang bikin rugi tapi lebih dulu yang bikin bangkrut yang diproses. Sejelek-jeleknya Pemerintahan Megawati, dia berani menyeret Tommy Soeharto dan Rahardi Ramelan," paparnya. (mar/)


Berita Terkait