Kepala BRR NAD-Nias: Basmi yang 'Bermain' dengan Bantuan

Kepala BRR NAD-Nias: Basmi yang 'Bermain' dengan Bantuan

- detikNews
Rabu, 10 Agu 2005 19:30 WIB
Banda Aceh - Para korban tsunami yang sudah kehilangan harta benda dan nyaris tak punya apa-apa ternyata masih dimintai sejumlah uang oleh oknum-oknum tertentu yang menjadi perpanjangan tangan para pemberi bantuan. "Saya minta pak gubernur untuk membasmi orang-orang ini," tegas Ketua Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias, Kuntoro Mangkusubroto.Dari sejumlah informasi yang didapat Kuntoro, ada beberapa keuchik (kepala desa) dan juga camat yang meminta kepada tiap-tiap kepala keluarga sebesar Rp 650 ribu karena mendapat rumah bantuan. Hal ini diungkapkan Kuntoro dalam peresmian rumoh aceh yang akan dibangun untuk para korban tsunami di Aceh oleh PKPU di Desa Illie, Banda Aceh, Rabu (10/8/2005).Tak hanya itu, Kuntoro juga meminta Plt Gubernur NAD, Azwar Abubakar untuk menertibkan para kepala dinas yang 'bermain-main' dengan sejumlah bantuan baik dari negara-negara donor dan juga LSM. Kuntoro mencontohkan, baru-baru ini ada bantuan untuk pembangunan kembali 40 unit sekolah oleh pemerintah Belgia. "Mereka ingin membantu dalam bentuk bangunan dan kalau dilihat rancangannya, sekolahnya itu mewah sekali jika dibandingkan dengan sekolah-sekolah yang ada, eh kepala dinasnya malah minta dibantu dalam bentuk uang saja," keluh Kuntoro di hadapan para hadirin di acara tersebut yang juga dihadiri oleh Menteri Perumahan Rakyat, Yusuf Ashari. Belum lagi sejumlah bantuan yang tumpang tindih yang didapat dinas-dinas terkait dan juga lembaga lainnya. Sementara, para korban tsunami baru sedikit yang tersentuh bantuan. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads