Larang Nonmuhrim Ngopi Semeja, Siapakah Bupati Saifannur?

Agus Setyadi - detikNews
Rabu, 05 Sep 2018 17:16 WIB
Bupati Bieuren (dok. pemda)
Aceh - Bupati Bireuen Saifannur mengeluarkan edaran tentang standardisasi warung kopi, kafe, dan restoran sesuai dengan syariat Islam. Salah satu poin yang menarik perhatian adalah larangan nonmuhrim ngopi semeja. Seperti apa sosok bupati tersebut?

Saifannur resmi dilantik menjadi Bupati Bireuen, Aceh, pada Kamis, 10 Agustus 2017. Proses pelantikan dilakukan oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dalam rapat istimewa yang digelar di kantor pusat pemerintahan kabupaten tersebut. Ia akan memimpin daerah berjulukan Kota Juang itu bersama Muzakkar A Gani hingga 2022.


Dihimpun detikcom, Rabu (5/9/2018), Saifannur lahir di Alue Krueb, Bireuen, pada 21 Agustus 1956. Sebelum masuk ke ranah politik, pria yang akrab disapa Haji Saifan ini berprofesi sebagai pengusaha. Dia menjabat Direktur Utama PT Cipta Karya Aceh sejak 1990 hingga kini dan Komisaris Utama PT Mutiara Aceh Lestari sejak 2000 hingga sekarang.

Kariernya di organisasi atau pemerintahan dimulai pada 1998 saat dia terpilih sebagai Kepala Desa Paya Meuneng dengan masa jabatan hingga 2012. Dia kemudian terpilih sebagai Ketua Kosgoro Peusangan untuk masa jabatan 2009-2013. Sementara di partai politik, Saifan menjabat sebagai Ketua Umum DPD II Partai Golkar Kabupaten Bireuen sejak 2011 hingga sekarang.

Saat maju sebagai calon Bupati Bireuen, Saifan diusung oleh empat partai politik, yaitu Golkar, Partai Damai Aceh (PDA), NasDem, dan Partai Demokrat. Dalam proses pencalonan, namanya sempat dinyatakan gugur karena tidak lulus tes kesehatan.

Saifan menjalani tes kesehatan di RSUZA Banda Aceh tapi dinyatakan gagal dua kali. Saat itu, dokter menyatakan Saifan kurang bagus ingatan (neurobehavior). Tak terima, dia melakukan tes kesehatan pembanding di Rumah Sakit Adam Malik, Medan, dan RS Materna, Medan.


Tak hanya itu, Saifan juga melakukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Setelah melalui perjuangan, Saifan berhasil setelah MA mengabulkan seluruh gugatannya. Saifun pun akhirnya dapat kembali bertarung dengan nomor urut enam.

Saat hari pencoblosan digelar pada 17 Februari 2017, Saifan berhasil mengalahkan pasangan lain dengan meraup 74.292 atau 34,89 persen dari jumlah DPT 298.718. Ia kemudian resmi dilantik menjadi bupati.


Setelah setahun menjabat, Saifan mengeluarkan kebijakan yang menimbulkan pro dan kontra. Dia melarang laki-laki dan perempuan nonmuhrim ngopi semeja. Edaran standardisasi warung kopi ini diteken pada 30 Agustus lalu.

"Poin ke-13 itu haramnya laki-laki dan perempuan makan dan minum satu meja kecuali dengan mahramnya. Kalau sama mahramnya, kan tidak ada masalah. Tapi, kalau bukan mahram itu haram, karena di dalam hukum syariat itu haram hukumnya," kata Kadis Syariat Islam Kabupaten Bireuen Jufliwan saat dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (4/9/2018).

"Jadi itu kan standar warung kopi, itu standarnya. Sedangkan wanita mau minum kopi silakan, tapi dengan mahramnya. Itu kan aturan syariat," ungkap Jufliwan. (asp/asp)