Pemda NAD akan Lakukan Pertemuan dengan Pimpinan GAM

Pemda NAD akan Lakukan Pertemuan dengan Pimpinan GAM

- detikNews
Rabu, 10 Agu 2005 18:18 WIB
Banda Aceh - Jajaran Pemda NAD akan melakukan pertemuan dengan sejumlah pimpinan GAM yang ada di Aceh. Pertemuan direncanakan akan dilakukan di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Langkah ini dilakukan menyusul penandatangan MoU Indonesia-GAM di Helsinki, Finlandia, 15 Agustus mendatang.Pernyataan itu diungkapkan Plt Gubernur NAD Azwar Abubakar di sela-sela acara pemberian rumah oleh PKPU kepada para korban tsunami di Desa Illie, Banda Aceh, Rabu (10/8/2005)."Di Helsinki ada penandatanganan, di sini akan ada pertemuan dengan pimpinan GAM," ujarnya.Azwar tidak mengungkapkan secara detail bentuk pertemuan itu. Yang jelas, menurutnya, pertemuan akan dilakukan dengan beberapa skenario yang kini sedang disiapkan.Dirinya juga mengimbau agar setelah penandatanganan nanti, ada rasa saling memaafkan di antara masyarakat Aceh yang keluarganya menjadi korban dalam konflik yang berkepanjangan ini terkait reintegrasi yang akan dilakukan para anggota GAM ke masyarakat.Selain itu, dengan adanya program amnesti dan reintegarasi nantinya, Azwar berharap tidak akan menimbulkan kecemburuan social karena para anggota GAM disebutkan akan mendapatkan sejumlah bantuan."Kita harapkan bisa terasa adil untuk semua pihak. Karena nanti para anggota GAM yang akan kembali ke pangkuan NKRI ini akan mendapat sejumlah bantuan. Sampai saat ini belum kita pastikan dalam bentuk apa, tapi yang jelas harus ada kesepakatan soal besarannya," lanjutnya.Pasalnya, kata Azwar, tidak semua bisa diberi modal usaha atau juga diberi lahan karena tiap kabupaten bisa jadi penanganannya akan berbeda-beda."Kita tidak bisa mendikte bupati harus melakukan ini atau itu. Karena tiap daerah kan berbeda polanya. Misalnya di Aceh Timur mungkin pengelolaan lahan kelapa sawit atau penyediaan lahan kosong. Tapi yang jelas harus ada besarannya berapa," tambah Azwar. Untuk penanganan tersebut, perlu dana yang sifatnya crash program. (nrl/)


Berita Terkait