Tolak Kepsek Dimutasi, Proses Belajar Mengajar Belum Normal
Rabu, 10 Agu 2005 16:59 WIB
Makassar - Selasa (9/8/2005) kemarin, ratusan murid SMP 34, Jl. Basoka BTN Kodam II Makassar, melakukan aksi membakar ban lantaran tidak setuju jika kepala sekolahnya, Munir dimutasi. Kini giliran komite sekolah yang memperjuangkan Munir hingga ke kantor walikota Makassar. Proses belajar mengajar di sekolah ini pun belum berjalan normal. Sejak Munir akan dimutasi dari kepala sekolah SMP 34, para siswa dan guru memang sudah keberatan. Puncak keengganan siswa dan guru ini pun terjadi Selasa kemarin, para siswa membatalkan acara serah terima jabatan kepala sekolah (Kepsek). Para siswa ini menganggap Munir membawa banyak perubahan terhadap sekolah, sehingga harus dipertahankan. Rabu (10/08/2005), proses belajar mengajar belum berlangsung normal. Selain masih adanya siswa yang mogok belajar, guru pun masih enggan meneruskan proses belajar mengajar sebelum Munir kembali ke posisinya semula. "Anak-anak masih mogok belajar. Istilahnya, belum berjalan normal," Muhammad Amin, salah seorang anggota Komite Sekolah SMP 34 Makassar. Para komite sekolah hari ini juga mendatangi kantor Walikota Makassar untuk memperbincangkan soal bisa tidaknya Munir tetap menempati posisi Kepsek di SMP 34. Namun, sampai sekarang hasil pertemuannya belum diketahui. Mutasi Munir ini ke SMP 16 Makassar memang atas surat keputusan walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin. Dalam SK yang dikeluarkan, ada 30 orang kepala sekolah yang dimutasi, salah satunya adalah Munir.
(asy/)











































