Indonesia-Yaman Sepakat Lawan Terorisme

Indonesia-Yaman Sepakat Lawan Terorisme

- detikNews
Rabu, 10 Agu 2005 17:33 WIB
Yogyakarta - Pemerintah Republik Indonesia dan Republik Yaman hari ini menandatangani komunike bersama. Salah satu poin kesepakatan bersama itu adalah menjalin kerjasama dunia pendidikan, ekonomi, sosial dan teknologi serta sepakat melawan segala bentuk terorisme sehingga tercipta perdamaian dunia.Hal itu diungkapkan Menteri Luar Negeri RI Hassan Wirajuda dan Menlu Republik Yaman Abu Bakr Al-Qirbi kepada wartawan seusai acara penandatangan pada Sidang Pertama Komisi Bersama Tingkat Menteri Indonesia-Yaman di Hotel Hyatt Jl Palagan Tentara Pelajar, Yogyakarta, Rabu (10/8/2005).Sebelum dilakukan penandatanganan komunike bersama antarmenteri luar negeri, selama dua hari, mulai tanggal 8-9 Agustus 2005, dilakukan pertemuan tingkat pejabat tinggi (Senior Official Meeting-SOM). Delegasi Indonesia dipimpin Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Departemen Luar Negeri, Herijanto Soeprapto, dan delegasi Yaman dipimpin Hishama Sharaf, wakil Menteri Kerjasama Internasional Kementrian Perencanaan dan Kerjasama Internasional Republik Yaman."Selain membicarakan masalah kerjasama ekonomi, perdagangan, pendidikan, teknologi dll, kita sesama negara muslim juga membicarakan masalah terorisme secara umum dan sepakat melawan segala bentuk terorisme untuk membangun perdamaian dunia," kata Hassan.Abu Bakr menambahkan, sebagai sesama negara muslim, Indonesia dan Yaman percaya ingin membangun kerjasama perdamaian dunia. Oleh karena itu suka atau tidak suka terorisme itu harus diperangi dan dilawan. Sebab Islam itu sebagai agama yang membawa perdamaian dan mengutamakan dialog.Ketika ditanya mengenai adanya tuduhan berkaitan dengan radikalisme dari para pelajar Indonesia yang belajar di Yaman, Abu Bakr mengakui tuduhan tersebut sangat tidak mengenakkan sebab di Yaman banyak sekali perguruan tinggi Islam dan banyak pelajar dari Indonesia khususnya dan Asia Tenggara pada umumnya yang belajar agama di Yaman.Oleh karena itu agar tidak salah pilih, pemerintah Yaman terus mengontrol dan mengawasi sekolah-sekolah tersebut dan memberikan informasi kepada semua pelajar/mahasiswa yang akan studi di Yaman."Memang ada sekolah ataupun perguruan tinggi yang radikal tapi juga banyak sekolah atau perguruan tinggi yang mengajarkan dengan kurikulum yang moderat di Yaman," kata Abu Bakr yang juga berminat akan mendatangkan tenaga pengajar dari Yaman untuk mengajar di Indonesia itu. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads