Sebelum Api Membesar, Warga Sempat Timpuki Rumah Toni
Rabu, 10 Agu 2005 17:03 WIB
Jakarta - Puluhan batu sempat dilemparkan warga ke arah lantai dua rumah Toni Wijaya. Upaya itu diharapkan bisa mengusik tidur penghuni rumah. Tapi sayang, pertolongan warga tidak berhasil. Api terus membesar dan menewaskan sembilan orang penghuninya."Kita sadar ada kebakaran. Karena itu kita timpuki batu ke lantai dua supaya penghuni pada bangun," ungkap Iwan, petugas Hansip yang posnya selang dua rumah dari kediaman Toni kepada detikcom di Jalan Hadiah II No. 17, Kelurahan Jelambar, Kecamatan Grogol, Jakarta Barat, Rabu (10/9/2005).Upaya warga dilakukan setelah mereka mengetahui sumber api dari lantai dasar. Saat itu, api belum terlalu besar. Namun hanya dalam sekejap api merambat ke lantai dua dan menghanguskan rumah serta penghuninya. "Tidak ada yang bisa diselamatkan," tutur Iwan penuh sesal.Iwan mengaku masih sempat bertemu Toni dua jam sebelum kebakaran yang terjadi pada pukul 05.00 WIB. "Saat itu Pak Toni baru pulang. Ya, sekitar pukul 03.00 WIB. Dia masih sempat menyapa saya. Saya nggak punya firasat kalau dua jam setelah itu dia (Toni) menemui ajalnya," ungkap Iwan.Penyesalan juga diungkapkan salah satu warga bernama Ruhimin. Menurutnya, jika rumah Toni tidak dikelilingi jeruji tinggi, kemungkinan warga masih bisa menyelamatkan penghuni rumah itu. Namun sayang, jeruji tersebut menyebabkan warga kesulitan memberi pertolongan."Padahal pihak RT sudah beberapa kali memperingatkan rumah-rumah yang memakai jeruji besi di sekeliling rumahnya agar mempertimbangkan kembali hal itu," kata Ruhimin.Peringatan RT ternyata tidak digubris sebagian warga. Ada beberapa warga yang masih memakai jeruji untuk menjaga keamanan rumahnya. "Padahal, kalau tidak ada jeruji, kan warga masih bisa membantu karena masih ada jalan masuk alternatif jika terjadi hal seperti ini," katanya.Toni yang merupakan pengusaha penyewaan kapal tongkang itu, menurut warga lainnya, Rudy, sudah 10 tahun tinggal di kawasan tersebut. Meski Toni cukup ramah dengan warga sekitar, penghuni lainnya sangat tertutup. "Kalau Pak Toni mungkin sibuk ya, jadi dia jarang bersosialisasi tapi dia masih ramah. Hanya saja istrinya sama sekali tidak bersosialisasi," ungkap Rudy.Sumber ApiMeski kejadian yang menimpa keluarga Toni terjadi subuh tadi, hingga kini sejumlah pemadam kebakaran masih terlihat di lokasi kejadian.Menurut salah satu petugas pemadam kebakaran, Muhidin, diduga kuat api berasal dari selang tabung gas yang bocor, sehingga saat salah satu penghuni rumah menyalakan api, api langsung membesar dan menyambar benda-benda di sekelilingnya.Dugaan kuat itu, lanjut Muhidin, setelah dia melihat lokasi kebakaran. "Pertama kali api ada di area dapur," kata dia. Sembilan orang penghuni rumah yang tewas adalah Toni Wijaya alias Amao (40), istrinya yang bernama Mariance alias Cencen, dua anak mereka Kevin (6) dan Eben (5), adik Cencen bernama Pingping, adik Toni Wijaya bernama Akiat alias Anton, istri Akiat, Ellen, dua anak Akiat yang bernama Stefani dan Anneke (18).
(umi/)











































