DetikNews
Rabu 05 September 2018, 09:52 WIB

Cerita di Balik Atlet Irak Nyanyi Indonesia Raya di Imigrasi Bandara

Rina Atriana - detikNews
Cerita di Balik Atlet Irak Nyanyi Indonesia Raya di Imigrasi Bandara Atlet Irak Baderaldeen Naser (Foto: Dok. Screenshot video yang beredar)
Jakarta - Sebuah video yang memperlihatkan seorang atlet Asian Games asal Irak menggoda petugas Imigrasi viral di media sosial. Atlet tersebut menggoda petugas dengan menggunakan bahasa Indonesia.

Dalam video yang dilihat detikcom, Rabu (5/9/2018), atlet pria itu tengah menjalani pemeriksaan paspor oleh petugas Imigrasi sebelum pulang ke negaranya. Di sela-sela menunggu paspornya selesai dicek, dia menggoda petugas.

"Kamu cantik," kata atlet itu kepada seorang petugas Imigrasi wanita.

"Kamu ganteng," katanya ke petugas lainnya.


Dia juga sempat menyanyikan sedikit lagu kebangsaan Indonesia Raya. "Indonesia tanah airku, tanah tumpah darahku.." dendangnya.

Diketahui atlet tersebut bernama Baderaldeen Naser, asal Irak. Naser merupakan atlet olahraga bola tangan berusia 23 tahun.

Kabag Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Agung Sampurno mengatakan, peristiwa tersebut terjadi Bandara Soekarno-Hatta pada Senin (3/9) lalu. Kala itu, seorang petugas Imigrasi memang sengaja merekamnya dan bertanya tentang kesan-kesan selama Asian Games. Hanya saja, yang beredar di media sosial hanya bagian tertentu saja.

"Pada saat datang dan pada saat pulang, kita minta testimoni dari para atlet, termasuk beliau. Apakah feedback dari para atlet puas atau tidak. Apakah memberikan pelayanan yang terbaik atau tidak," kata Agung saat dihubungi, Selasa (4/9/2018) malam.



Saksikan juga video 'Ulah Atlet Irak di Gerbang Imigrasi Bikin Ngakak':

[Gambas:Video 20detik]




"Ada line khusus untuk atlet, pada saat itu memang tengah dimintakan. Bukan karena dia hanya bercanda atau apa. Itu sengaja dimintakan testimoni dan dia senang," imbuhnya.

Menurut Agung, tak semua atlet merespon dengan disertai candaan. Ada pula yang 'normatif' dan serius.

"Banyak juga yang dimintai testimoni, beberapa. Ada yang serius, ada yang menyampaikannya sepeti itu. Nantinya testimoni itu termasuk evaluasi," jelasnya.


(rna/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed