Ponakan Novanto Bantah Pernah Terima SGD 500 Ribu dari Fayakhun

Faiq Hidayat - detikNews
Selasa, 04 Sep 2018 16:53 WIB
Keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, dalam salah satu persidangan kasus korupsi e-KTP. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Keponakan koruptor proyek e-KTP Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, membantah pernah menerima SGD 500 ribu. Duit itu disebut berasal dari Fayakhun Andriadi, yang kini dijerat KPK terkait kasus suap proyek Bakamla.

"Nggak... nggak ada," kata Irvanto setelah menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (4/9/2018).

Soal aliran duit itu sebelumnya terungkap dalam sidang lanjutan Fayakhun. Saat itu staf Fayakhun bernama Agus Gunawan yang dihadirkan sebagai saksi mengaku pernah memberikan uang itu ke showroom Irvanto di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Duit itu sebelumnya diduga merupakan bagian dari milik Novanto yang diberikan Fayakhun melalui Irvanto. Namun Irvanto menyebut uang itu terkait dengan pembelian motor.




"Fayakhun kan beli motor sama saya, ya kan dia sering bayar motor. Agus yang disuruh-suruh," kata Irvanto.

Dalam perkara ini, Irvanto didakwa turut melakukan korupsi proyek e-KTP. Selain Irvanto, orang kepercayaan eks Ketua DPR Setya Novanto yaitu Made Oka Masagung, didakwa bersama-sama dengan Irvanto.

Irvanto dan Made Oka juga disebut berperan sebagai perantara pembagian duit haram dari proyek itu. Baik Irvanto maupun Made Oka disebut jaksa menerima uang yang ditujukan bagi Novanto.


Simak Juga 'Keponakan Novanto Beberkan Aliran Suap Proyek e-KTP':

[Gambas:Video 20detik]


Ponakan Novanto Bantah Pernah Terima SGD 500 Ribu dari Fayakhun
(fai/dhn)