Pantauan detikcom, Selasa (4/9/2018) pukul 09.45 WIB, air sudah tidak menggenangi Jalan Margonda. Arus lalu lintas dari Jalan Margonda Raya belok ke Jalan Arif Rahman Hakim dan lurus ke arah Jakarta tersendat.
Pengendara harus mengurangi kecepatannya karena petugas membongkar aspal untuk menangani kebocoran pipa tersebut. Kebocoran terdapat di lajur paling kiri ruas Jalan Margonda Raya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas menggali aspal untuk memperbaiki pipa ledeng yang bocor. (Matius Alfons/detikcom) |
Kebocoran terjadi sejak pukul 05.00 WIB. Kebocoran terjadi karena pipa ledeng pecah. Petugas telah menangani kebocoran pipa tersebut.
"Itu pecah pipanya karena tekanan, akhirnya lama-kelamaan pecah pipanya dan bocor airnya," ujar seorang petugas bernama Ismail di lokasi.
Tiga pekerja membongkar aspal jalan di titik kebocoran tersebut. Traffic cone dipasang di dekat lokasi sebagai tanda bagi para pengemudi.
Aliran air ke lokasi telah dimatikan, sementara pipa dalam proses perbaikan.
"Iya, sudah dimatiin. Tadi pagi air belum dimatikan karena belum ketahuan sampai ke jalan raya airnya. Ini sekarang sudah dimatikan," lanjutnya.
Traffic cone dipasang di lokasi sebagai peringatan bagi pengendara. (Matius Alfons/detikcom) |
Perbaikan diperkirakan memakan waktu tiga jam. Dengan adanya perbaikan ini, aliran air ke konsumen di Jalan Margonda, Sawangan, dan Balai Kota terkena imbasnya.
"Iya, ini kan (pipa) metro, jadi keseluruhan Jalur Margonda, Sawangan, dan Balai Kota juga kena mati air. Kalau sudah begini, kan harus dipotong dan diganti pipanya. (Perbaikan) nggak sampai satu hari, paling sekitar jam 12.00 WIB nanti air sudah mengalir air," tambahnya.












































Petugas menggali aspal untuk memperbaiki pipa ledeng yang bocor. (Matius Alfons/detikcom)
Traffic cone dipasang di lokasi sebagai peringatan bagi pengendara. (Matius Alfons/detikcom)