DetikNews
Selasa 04 September 2018, 07:45 WIB

Kontroversi 'Politik Kampus' Sandiaga Uno

Andhika Prasetia - detikNews
Kontroversi Politik Kampus Sandiaga Uno Sandiaga Uno saat mengisi kuliah umum di Uhamka. (Foto: Twitter Sandiaga Uno)
Jakarta - Safari bakal cawapres 2019, Sandiaga Uno ke kampus-kampus menuai kontroversi. Itu dikarenakan kunjungannya dinilai berbau politik praktis.

Mantan wagub DKI Jakarta ini sudah dua kali bersafari ke perguruan tinggi, yakni di acara orientasi mahasiswa baru di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) pada Rabu (29/8) dan Universitas Prof. Dr. Hamka di hari Sabtu (1/9).


Nah, salah satu kegiatan yang berbau politik praktis terjadi di UMJ saat Ketum PAN Zulkifli Hasan yang mendampingi Sandiaga menyinggung soal ganti presiden, walaupun tidak secara langsung. Zulkifli mengatakan, Pilpres 2019 sangat sederhana karena hanya dua calon, yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno. Sehingga, Pilpres kini hanya pilihan ganti atau lanjut.

"Pilpres sederhana, ganti presiden dan lanjutkan presiden," ucap Zulkifli Hasan.


"Ganti apa lanjut?" tanya Zulkifli Hasan kepada ribuan mahasiswa baru UMJ.

"Ganti," jawab ribuan mahasiswa.

Kritikan dari Kubu Jokowi

Safari Sandiaga mendapat kritikan dari pendukung Jokowi. Golkar mengkritik Zulkifli yang seharusnya tidak memberikan pernyataan menjurus ke politik praktis di kampus.

"Pernyataan beliau itu sudah menunjukkan tendensi mengajak orang untuk mengganti Presiden. Apalagi itu dilakukan di dalam kampus, sebagai lembaga pendidikan yang seharusnya lebih netral," sebut Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily.


PKB berpendapat sama dengan Golkar. PKB meminta Sandiaga tidak melakukan kampanye dengan memanfaatkan alasan lain.

"Baiknya semua pihak sabar menahan diri menunggu sesuai tahapan-tahapan pilpres termasuk kampanye," ujar Wasekjen PKB Daniel Johan kepada detikcom.

Tidak hanya dari partai-partai, relawan Jokowi seperti Projo meminta Sandiaga tidak menyeret kampus dalam politik praktis. Projo menilai tindakan Sandiaga tidak etis menggunakan panggung kampus sebagai sarana politik.

"Jangan seret kampus dalam politik praktis. Biarkan kampus menjadi lembaga pendidikan yang independen, objektif, dan netral," ujar Ketum Projo Budi Arie Setiadi kepada wartawan.

Kubu Sandiaga Membela

Partai Demokrat (PD) menegaskan safari Sandiaga ke kampus bukan bagian dari kampanye. PD menyebut kedatangan Sandiaga bertujuan memberikan motivasi kepada mahasiswa.

"Kehadiran Sandi dalam rangka memberikan motivasi kepada generasi muda, khususnya adik-adik mahasiswa, agar kelak bisa menjadi generasi masa depan yang sukses," kata Wasekjen PD Didi Irawadi.


Zulkifli Hasan juga membela Sandiaga. Zulkifli justru heran jika safari Sandiaga ke kampus disebut berpolitik.

"Kenapa? Apa salahnya? "Baca dong undang-undang. Saya ini kan anggota DPR, ngerti aturan," kata Zulkifli di sela seremoni penutupan Asian Games 2018 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta.

Penjelasan Sandiaga dan Peringatan Bawaslu

Sandiaga menjawab kritikan yang dialamatkan kepada dirinya. Sandiaga mengatakan penerapan aturan tentang larangan berpolitik praktis di tempat-tempat tertentu itu harus adil untuk semua pihak.

"Kita tentunya harus melihat secara keseluruhan. Kalau misalnya di tempat pemerintahan, tidak dibolehkan akan sangat sulit buat pemerintah. Karena pemerintah menyampaikan pencapaian-pencapaiannya. Prestasi-prestasinya dan itu rata-rata di gedung pemerintah menyampaikannya juga untuk materi-materi yang lain yang di... Jadi kalau kita mau menerapkan, itu harus menerapkan secara jangan tebang pilih. Semuanya," kata Sandiaga di Jalan Jenggala, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.


Terkait kontroversi ini, Bawaslu mempersilakan Sandiaga hanya menyampaikan kuliah umum di kampus. Yang tidak boleh, jika Sandiaga berpolitik praktis di kampus.

"Tidak boleh berpolitik praktis dalam perguruan tinggi," ujar Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.



Cek video Ma'ruf: Milenial Santri ke Saya, Non-Santri Digaet Jokowi
Kontroversi 'Politik Kampus' Sandiaga UnoFoto: Tim Infografis

(dkp/zak)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed