"Ini bukan target yang muluk bagi PPP karena saat ini mesin partai sudah berfungsi dengan baik setelah sempat mengalami dinamika internal yang berakhir pada tahun lalu," kata Rommy dalam keterangan tertulis, Senin (3/9/2018).
Menurutnya, selain konsolidasi partai yang sudah berjalan baik di seluruh Indonesia, PPP juga berhasil menorehkan hasil yang baik pada Pilkada 2018. Hal itu merupakan pilkada pertama setelah PPP mengalami dinamika internal selama beberapa tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di daerah pemilihan (dapil) se-Jawa Barat, misalnya, PPP menargetkan bisa mendapatkan 13 kursi untuk DPR RI. Di Jabar, PPP selain memiliki wakil gubernur terpilih, juga ada beberapa kepala daerah yang merupakan kader PPP," kata Rommy.
Di sejumlah dapil lainnya, PPP juga menempatkan sejumlah kader unggulan sehingga, selain diharapkan dapat mempertahankan perolehan kursi yang ada, bisa menyumbangkan kursi dari dapil yang sebelumnya tidak memiliki kursi.
PPP pun memiliki strategi yang akan dilakukan, salah satunya dengan membuat program pemenangan tepat sasaran berdasarkan kelompok umur. Setidaknya ada klasifikasi calon pemilih berdasarkan umur, yaitu generasi baby boomers (usia di atas 50 tahun), generasi 'X' (38-50 tahun), generasi milenial (22-37 tahun), dan generasi post-millennial (kurang dari 22 tahun).
Menurut Rommy, PPP juga mendukung pasangan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin di Pilpres 2019 karena terbukti memiliki kerja nyata. Dengan begitu, PPP yang sejak awal mengusung Ma'ruf Amin akan mendapatkan efek ekor jas (coat-tail effect).
Sementara itu, dari hasil Pemilu 2014, PPP memiliki 39 kursi di DPR dan pada Pemilu 2004 PPP memiliki 58 kursi. (ega/ega)











































