Polri & TNI Diimbau Tidak Tarik Anggotanya di Aceh
Rabu, 10 Agu 2005 13:58 WIB
Jakarta -
Khawatir GAM masih memiliki agenda tersembunyi, Wakil Ketua DPR RI Soetardjo Soerjogoeritno meminta Kapolri dan Panglima TNI mempertahankan pasukannya di Aceh. Setidaknya sampai seluruh senjata GAM dibersihkan."Saya minta Panglima TNI tidak tergesa-gesa. Rakyat masih membutuhkan perlindungan dan keamanan," ungkap Mbah Tardjo, panggilan akrab Soetardjo di Gedung MPR/DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (10/8/2005).Mbah Tardjo juga meminta pemerintah waspada dengan keamanan di Aceh pascapenandatangan MoU damai antara RI dan GAM. Hal itu dinilai penting agar kejadian di Timtim tidak terulang lagi.Dia mengingatkan, lepasnya Timtim dari NKRI di era pemerintahan Habibie karena TNI dilarang berada di Timtim ketika referandum berlangsung. Karena itu, jika pemerintah tidak belajar dari kasus Timtim, bukan tidak mungkin Aceh akan menjadi Timtim kedua.PDIP, lanjut dia, juga tidak akan bersedia menerima MoU damai RI-GAM jika dalam draf GAM masih memaksakan Aceh sebagai kasus internasional."Istilah internasionalisasi dalam draft harus dihilangkan. Kalau tidak diperhatikan, saya tidak bisa menerima," tandas politisi banteng gemuk ini.PDIP juga meminta kepada pemerintah untuk membuka dialog lagi jika ada kesepakatan baru antara RI dan GAM dengan DPR. Sebab pertemuan konsultasi antara DPR dan pemerintah dianggap belum cukup. Rencananya MoU damai itu akan diteken pada 15 Agustus di Helsinki, Finlandia.
(umi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































