Tak Sampai ke Rakyat, Dana Otsus Papua Rp 5,6 T Harus Diusut
Rabu, 10 Agu 2005 13:52 WIB
Jakarta -
Papua terus bergejolak. Masyarakat tak kunjung menikmati kucuran dana otonomi khusus (otsus). Pengusutan harus segera dilakukan. Bukan malah melakukan trik mengalihkan masalah dengan merencanakan pengembalian otsus ke pemerintah pusat.Hal ini disampaikan Ketua DPRD Irian Jaya Barat Jimmy Demeanus Ijie. Dia meminta pemerintah untuk melakukan audit dana otsus sekitar Rp 5,6 triliun, yang diduga diselewengkan oleh pejabat terkait di Papua."Presiden jangan mau dibohongi. Dia harus mengirim tim khusus untuk mengaudit dana otsus yang selama ini tidak sampai kepada masyarakat," ujarnya.Pernyataan Jimmy disampaikan kepada wartawan usai menemui Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno di Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (10/8/2005). Jimmy didampingi oleh Ketua KPUD Irjabar Regina Sauayai.Jimmy menuding rencana pengembalian Otsus Papua kepada pemerintah pusat sebagai trik murahan dari Pemda Papua. "Itu dilakukan sebagai upaya pengalihan upaya pemeriksaan penyalahgunaan dana otsus," katanya.Dia juga menyesalkan sikap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak menindaklanjuti hasil pemeriksaannya di Papua. "Harusnya KPK tidak hanya memikirkan korupsi yang di pusat saja," komplainnya.Menurut Jimmy, pemerintah harus segera melakukan pemeriksaan atas dugaan penyelewengan dana Otsus Papua. Kalau hal itu sudah dilakukan, dia menjamin Papua akan tetap berada dalam NKRI. Bahkan bisa juga dijadikan sebagai barometer penyelesaian masalah di Papua. "Tapi selama keadilan, kejujuran, dan keterbukaan selalu dijaga oleh pemerintah pusat," ujarnya.Dia menduga penyelewengan dana Otsus Papua digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang mengarah untuk memisahkan Papua dari NKRI. "Rombongan DPRD Papua ke luar negeri untuk lobi-lobi pihak luar dengan agenda tersembunyi," tudingnya.Atas permintaan Jimmy, Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno berjanji akan meminta kepada KPK dan BPK untuk menindaklanjutinya."Jangan hanya KPU saja yang diubek-ubek. Saudara kita yang jauh tapi dekat di hati harus juga diperhatikan," tandas politisi sepuh yang akrab disapa Mbah Tardjo ini.
(/)










































