Salah Sebut NasDem Jadi Golkar, JK: Beda-beda Tipis

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Senin, 03 Sep 2018 14:28 WIB
Foto: Wapres Jusuf Kalla (JK) di penutupan pembekalan caleg Partai NasDem. (Noval-detikcom)
Jakarta - Saat memberi sambutan di penutupan pembekalan caleg NasDem, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sempat menyebut Partai NasDem dengan sebutan Golkar. JK lalu berkelakar dengan mengatakan NasDem dan Golkar memiliki perbedaan yang tipis.

"Saya mendengar, begitu banyak gubernur, kepala daerah yang terpilih melalui partai Golkar, tentu itu merupakan aset yang penting," ujar JK di Penutupan Pekan Orientasi Caleg NasDem di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Senin (3/9/2018).


Mendengar NasDem disebut Golkar, para kader NasDem sontak membenarkan ucapan JK. "NasDem...," ujar peserta acara dengan kompak.

JK lalu menjawab pernyataan tersebut dengan canda. Dia pun mengatakan, para petinggi NasDem yang duduk di depan dulunya adalah kader Golkar.

"Nasdem, sudah terbiasa (sebut Golkar) kan NasDem dan Golkar beda-beda tipis. Beda-beda tipis kenapa? Saya lihat tadi wajah-wajah di depan ini teman-teman bekas petinggi Golkar semua. Jadi wajah itu tercermin masuk ke otak," ujar JK disambut tawa.

JK lalu melanjutkan pesannya kepada para caleg NasDem. JK menuturkan NasDem merupakan partai pendukung pemerintah. Untuk itu, setiap kader NasDem yang sudah duduk di jabatan legislatif eksekutif, agar menjalankan tugas dengan efektif.


JK merupakan senior Partai Golkar. Sementara Surya Paloh adalah mantan politikus Golkar yang kemudian mendirikan Partai NasDem.

"Karena juga apabila wakil partai yang ada di pemerintahan, apakah gubernur, kepala daerah, menteri, tidak efektif, maka akan tercermin juga kepada suara di partai. Itu sangat penting sekali," tuturnya.

Sebelumnya, JK mengajak caleg NasDem untuk berkampenye dengan lebih santun saat masa kampanye mendatang. JK mengingatkan kampanye merupakan penyampaian kelebihan yang dimiliki kepada para pemilih.

"Tentu anda tidak menyebut kekurangannya. Kadang-kadang menyebut kekurangan orang lain, tapi secara sopan lah. Tapi apa kelebihan anda, apa program anda, apa visi anda jika terpilih, itu yang menjadi hal yang sangat penting," imbuhnya. (nvl/idh)