Agar Adil, Razia Software Harus Menyeluruh
Rabu, 10 Agu 2005 12:51 WIB
Jakarta - Razia software bajakan dinilai sebagai langkah maju pemimpin Polri. Tapi razia itu tidak boleh parsial atau sepotong-potong. "Ini langkah bagus Kapolri. Tapi kalau mau melakukan razia harus secara keseluruhan, biar fair," tandas General Manager Mobile Division PT Boleh Net Indonesia Agam Poedjiwo kepada detikcom di kantornya, Gedung Cyber, Jalan Kuningan Barat, Jakarta, Rabu (10/8/2005). Perusahaan yang menggarap situs www.boleh.net ini sebelumnya diduga kena sweeping aparat setelah Selasa kemarin aparat mendatangi Gedung Cyber.Namun hal itu dibantah Public Relation Manager PT Boleh Net Indonesia Laila Nursasih yang mendampingi Agam. "Tidak ada aparat yang datang. Jangankan sweeping. Kalau kita kena sweeping tentu kita hari ini tidak buka," kata Laila. Bisnis yang dijalankan perusahaan, kata Laila, juga tidak mengalami kendala dan berjalan sebagaimana biasanya. "Kita hari ini normal dan masuk seperti biasa pukul 08.30 WIB, tidak ada pengecualian," tegas Laila. Meski membantah, Laila mengaku sedikit khawatir dengan adanya rencana aparat membersihkan pengguna software bajakan. "Kita sih merasa sudah aman, tapi kan personal karyawan kita tidak tahu," kata dia.Agam menambahkan, pihaknya secara internal sudah melakukan pengecekan. "Kita memiliki program pengecekan secara berkala dan sistematis. Kita juga mengimbau karyawan untuk tidak menggunakan software bajakan. Itu adalah internal sweeping kami," ungkapnya.
(umi/)











































