SBY Tantang Peneliti
Rabu, 10 Agu 2005 12:10 WIB
Jakarta - Anda seorang peneliti? Presiden SBY menantang Anda untuk mengembangkan teknologi di segala bidang. Berani coba?"Saya ajak, saya tantang para peneliti untuk mengembangkan apa saja yang bisa dikembangkan di negeri ini, seperti good governance, pendidikan, bisnis dan lain-lain yang bisa memberikan nilai tambah persaingan," kata SBY.Tantangan ini disampaikannya dalam acara puncak peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional X di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (10/8/2005).Menurut SBY, pengusaan teknologi adalah keharusan dan keniscayaan. "Itu harus kita lakukan dengan cepat karena teknologi dapat memberikan kontribusi yang sah terhadap kehidupan bangsa dan negara," urainya.3 Buah Bermarga BogorDalam pidatonya, SBY pun memberikan nama untuk tiga buah. Buah-buahan itu bermarga Bogor. Sebab, julukan kota hujan itu ada pada setiap nama buah. Sambil menunjukkan bentuk buah, sang presiden pun mengenalkan nama buah-buahan hasil kerjasama peneliti dari IPB dan Bio Teknologi.."Buah yang kecil, harum dan manis rasanya, saya beri nama Arum Bogor. Buah yang besar, harum dan manis, namanya Prima Bogor. Dan buah yang sangat besar sekali diberi nama Ulung Bogor," urai SBY. Buah-buahan itu jenis pepaya dan berwarna hijau.SBY juga menganugerahkan Riset Industri Indonesia kepada 10 peneliti dalam dan luar negeri, seperti Filipina, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Myanmar, Thailand, dan Vietnam.Mereka antara lain Janto Ricky Sutedja (Indonesia) bidang anugerah teknologi rekayasa, I Wayan Kuturan (Indonesia) bidang kerajinan industri rumah tangga, Dr Luis Francisco G Sarmeta (Filipina), dan Prof Dr Tengku Sifjijul Tengku Muhammad (Malaysia). Luis dan Sifjijul mendapat ASEAN Young Scientist and Technologist Award.Dalam acara tersebut turut hadir beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu. Antara lain Menko Perekonomian Aburizal Bakrie, Menteri Perhubungan Hatta Rajasa, Menko Kesra Alwi Shihab, Menneg Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, dan Menneg Ristek Kusmayanto Kadiman.
(aan/)











































