DetikNews
Minggu 02 September 2018, 09:56 WIB

Jejak 'Kapal Hantu' Berbendera Indonesia Hingga Terdampar di Myanmar

Yulida Medistiara - detikNews
Jejak Kapal Hantu Berbendera Indonesia Hingga Terdampar di Myanmar KM Sam Ratulangi PB 1600 yang terdampar di perairan Myanmar (Foto: Facebook/Yangon Police)
Jakarta - Teka-teki 'kapal hantu' berbendera Indonesia yang terdampar di Myanmar pelan-pelan menemukan titik terang. Kapal bernama 'Sam Ratulangi PB 1600' itu diketahui telah dijual Indonesia ke perusahaan pelayaran Singapura.

Berdasarkan keterangan dari Direktur Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub, Dwi Budi Sutrisno, 'sejarah' kapal tersebut cukup panjang. Pemilik pertamanya adalah PT. Djakarta Lloyd (Persero).

"Dulunya Kapal tersebut milik PT. Djakarta Lloyd (Persero) sebelum dijual melalui mekanisme pelelangan ke PT. Mandara Putra Bajatama pada bulan Mei 2018 dan selanjutnya PT. Mandara Putra Bajatama menjualnya kepada perusahaan pelayaran Singapura, Smit Salvage Company," ujar Dwi dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Minggu (2/9/2018).


Dwi menjelaskan, Smit Salvage Company telah mengakui kepemilikan KM Sam Ratulangi PB 1600 yang terdampar di Teluk Martaban Yangon. Saat dijual oleh PT. Djakarta Lloyd (Persero), kapal memang sudah dalam kondisi rusak berat dan non-produktif.

Pada 25 Juli 2015, kapal tersebut mendapat Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dari Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok. Kala itu pelabuhan tujuannya adalah Chittagong, Bangladesh.

Dalam pelayaran ke Bangladesh tersebut, KM Sam Ratulangi PB 1600 digandeng oleh Kapal Tunda TB Independence berbendera Malaysia dengan agen PT Tri Elangjaya Maritim.

"Nanti bila di luar negeri kapalnya mau dijual ya boleh saja setelah itu pemilik kapal dapat mengajukan ganti bendera ke negara yang dituju dan penghapusan dari Indonesia atau bila akan di scrap cukup dilakukan penghapusan oleh Indonesia," jelas Dwi Budi.


Usai kejadian terdampar ini, selanjutnya kapal akan dibawa oleh perusahaan pelayaran Singapura Smit Salvage Company ke Bangladesh untuk dilakukan scrapping (pemotongan bangkai kapal).

"Jadi kapal yang dibuat tahun 1998 tersebut ditarik oleh kapal tunda menuju ke Bangladesh untuk discrap. Pada saat pelayarannya, cuaca buruk sehingga kapal tersebut lepas dan terdampar yang pada akhirnya ditemukan oleh otoritas pelayaran Myanmar," jelas Budi.


Dalam pernyataan melalui Facebook, Angkatan Laut Myanmar juga mengungkapkan hasil penelusuran soal kapal 'hantu' tersebut.

"Kapal itu ditarik oleh sebuah kapal derek dari Indonesia ke sebuah pelabuhan pembongkaran besi tua di Bangladesh, namun karena cuaca buruk para awak kapal derek akhirnya melepaskan kapal (Sam ratulangi) itu," kata Angkatan Laut Myanmar dalam unggahan di akun Facebook mereka.
(rna/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed