Pengamat: Fuad Bawazier Sebaiknya Jangan Pindah Partai
Rabu, 10 Agu 2005 07:11 WIB
Jakarta - Mundurnya Fuad Bawazier dari Partai Amanat Nasional (PAN) menimbulkan banyak wacana. Penyebab mundurnya mantan Menteri Keuangan ini dihubungkan dengan kegagalannya dalam pemilihan Ketua Umum (Ketum) PAN."Mungkin Pak Fuad menganggap ada yang tidak fair (pada pemilihan ketum PAN)," kata pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicate, Sukardi Rinakit, ketika dihubungi detikcom, Rabu (10/8/2005).Menurut Sukardi, titik puncak pengambilan keputusan untuk mengundurkan diri berawal dari kekalahannya dalam kompetisi pemilihan ketum PAN. Sukardi menganggap, keputusan mundurnya Bawazier, tidak terlalu mempengaruhi roda organisasi PAN. Walaupun Bawazier memiliki jaringan di Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI). "Tapi peran Pak Fuad dalam artian networking maupun SDM, masih bisa digantikan oleh PAN. Sebab, kompetisi 2009 juga masih lama," ungkap Sukardi.Sukardi menyarankan, sebaiknya Bawazier tidak 'transmigrasi' ke partai lain. Bila itu dilakukan, maka akan merusak image-nya. "Kalau langkah ini (pindah partai) dilakukan, justru tidak tepat. Karena kredibilitasnya akan tidak bagus," tutur Sukardi. Lebih baik, lanjut Sukardi, setelah mengundurkan diri Fuad Bawazier 'berdiri di luar pagar'. "Untuk menjadi independen dan mengkritisi, tidak hanya PAN tapi juga bangsa ini," tutup Sukardi.
(ism/)










































