Jual Bendera: Antara Merdeka, Untung dan Rugi
Rabu, 10 Agu 2005 06:17 WIB
Jakarta - Jakarta dan sekitarnya mulai diramaikan penjual sang saka merah putih. Genap tujuh hari lagi, usia kemerdekaan Indonesia ternyata sudah 60 tahun. Penjual bendera pun tidak ambil pusing arti dari kemerdekaan. "Saya tidak tahu arti merdeka. Buat saya yang penting dagangan saya laku," kata penjual bendera, Karisa (38) ketika ditemui detikcom, di sepanjang Jalan Dewi Sartika, Depok, Rabu (10/8/2005).Pedagang lainnya, Emas (40) mengaku dagangannya sepi pembeli. Hal serupa juga dikatakan pedagang lain. Namun, mereka optimistis, pada H-7 sebelum perayaan 17 Agustus, penjualan meningkat. "Tanggal belasan pasti ramai mas. Kira-kira tanggal 12 sampai 14 Agustus lah." ujar pedagang musiman lainnya, Mulyadi (43).Rata-rata penjual bendera di Depok adalah penjual musiman. Diluar musim ini mereka adalah penarik becak, penjual gorengan, kuli bangunan dan penjual sekoteng. Kebanyakan dari mereka ternyata berasal dari daerah yang sama yaitu Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon. Mereka telah lama merantau namun beberapa khusus datang ke Depok selama dua minggu hanya untuk berjualan bendera. Bendera dijahit didesa mereka oleh mereka sendiri atau orang lain kemudian dibawa ke Depok. Berjualan di Depok bagi mereka lebih menguntungkan karena daya beli masyarakatnya lebih tinggi dari tempat asal mereka. Lain Depok, lain Pasar Rumput. Kardono (50) mengaku, bendera yang ditawarkan mulai banyak diminati pembeli. "Lumayan lah mas, sampai tiga hari ini sudah dapet untung Rp 50 ribu," kata Kardono, yang profesi aslinya sebagai petani di Cirebon. Pria beranak enam ini mengaku, dari hasil berdagang bendera selama sekitar 10 hari, ia bisa membawa pulang uang sekitar Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu ke Cirebon. "Kalo kagak abis ya kita kembaliin," tukas Kardono. Begitu juga dengan kusnadi (28), pria lajang yang juga asal Cirebon ini telah berdagang bendera sejak tanggal 3 agustus 2005 dan sudah menjual sekitar 30 potong. "Nah, kalo yang umbul-umbul itu kebanyakan yang beli atas nama RT, jadi sekali beli lumayan banyak, harganya Rp 25 ribu satu buah," papar Kusnadi.Pria yang tiap tahun juga berdagang bendera di Pasar Rumput ini mengatakan, akan menggelar dagangannya sampai tanggal 16 Agustus. Keuntungan yang didapat sekitar Rp 500 ribu. "Lumayan mas, dari pada nganggur. Kalau tidak dagang bendera, biasanya saya membantu orang tua saya berdagang sayuran di Cirebon," ujar Kusnadi.
(ism/)











































