SBY Bentuk Tim Kecil Papua
Selasa, 09 Agu 2005 23:33 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan pembentukan tim kecil guna memfasilitasi dialog antarelemen masyarakat setempat mengenai pembentukan Majelis Rakyat Papua (MRP) dan Provinsi Irian Jaya Barat.Pembentukan tim, yang rencananya beranggotakan empat tokoh Papua ini, akan dikoordinir oleh Menko Polhukam Widodo AS. Targetnya adalah mencari solusi atas masalah implementasi UU 21/2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua. Demikian kata Mendagri M Ma'ruf mengenai hasil pertemuan antara pemerintah pusat dengan tokoh adat dan anggota DPR Papua, Selasa malam ini (9/8/2005) di Istana Negara, Jakarta."Kita ingin tahu sampai sejauh mana struktur MRP yang dikehendaki. Karena MRP juga bisa menjembatani proses penyelesaiannya. Komposisi anggotanya terserah, kan mereka yang paling tahu masalahnya," ujarnya pada wartawan.Ditemui secara terpisah, Ketua DPR Papua Jhon Ibo mengaku dapat menerima keputusan pemerintah untuk membentuk tim kecil. Besar harapan ganjalan atas pelaksanaan ketentuan dan kewenangan pemerintah propinsi Papua yang ada di dalam UU 21/2001 dapat segera diselesaikan. Salah satunya yang masih jadi ganjalan adalah klausul melakukan pemekaran wilayah Papua terkait pembentukan Propinsi Irjabar. "Hanya ada satu Papua. Tadi Pak Presiden mengatakan, secara de facto Irjabar ada, tetapi apa landasan hukumnya. Bagaimana bisa di negara hukum ini ada daerah yang tidak punya landasan hukum," sambungnya.Sementara pembentukan MRP yang prosesnya telah berjalan selama empat bulan terakhir, Gubernur Papua JP Salossa menargetkan akhir Agustus struktur organisasi lembaga yang beranggotakan para tokoh adat tersebut akan tuntas."Kalau akhir bulan ini bisa lebih fokus, maka September kita sudah bisa melantik para anggotanya," ujarnya.Dalam dialog malam ini, Presiden Yudhoyono didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah anggota kabinet. Antara lain Menko Polhukam Widodo AS, Menko Perekonomian Aburizal Bakrie, Menko Kesra Alwi Shihab, Kepala BIN Syamsir Siregar, Seskab Sudi Silalahi, Mendagri M Ma'ruf, Kapolri Jenderal Polisi Sutanto, serta Menkum dan HAM Hamid Awaluddin.Sementara dari tokoh Papua antara lain dihadiri Gubernur JP Solossa, Ketua DPR Papua Jhon Ibo dan Koordinator Daerah Dewan Adat Papua Yoharris Idekrai. Mereka mendampingi 25 orang tokoh adat dan anggota DPR Papua lainnya yang diundang hadir ke Istana Negara.Sebelum berdialog, Presiden dan para tokoh Papua mengadakan jamuan makan malam di tempat yang sama. Lima menit setelah Presiden memberikan pidato, wartawan diminta meninggalkan ruang pertemuan. Acara baru berakhir menjelang tengah malam.
(ism/)











































