Bayi Meninggal Karena DBD, Keluarga Tuduh RS Lalai
Rabu, 10 Agu 2005 00:21 WIB
Makassar -
Kematian memang tak bisa dilawan. Meski telah dibawa ke Rumah Sakit Pelamonia, Qodarih Rahmdani (5), menghembuskan napas terakhirnya karena terserang Demam Berdarah Dengue (DBD). Pihak keluarga pun menyalahkan pihak rumah sakit yang lamban dalam menangani pasien DBD. "Dokter RS Pelamonia justru mengatakan Ramadani hanya menderita sakit demam tinggi biasa disertai bintik-bintik merah yang terdapat di sekujur tubuhnya. Diduga hanya gigitan nyamuk dan tidak berbahaya," kata ayah Qodarih, Kadir Hamdani, Makassar, Selasa (9/8/2005).Hamdani menjelaskan, saat membawa anaknya ke RS Pelamonia, pada hari Senin 1 Agustus lalu, ia telah menjelaskan pada dokter perihal penyakit anaknya. Bahkan diperkuat dengan hasil pemeriksaan dokter praktek yang menyatakan anaknya menderita penyakit Demam Berdarah. Menurutnya, dokter hanya memberikan obat berupa Parasetamol sirup dan vitamin yang disuntikkan dalam infus Qodari. Kondisi Qodari kian parah setelah dirawat lima hari di rumah sakit. Qodari muntah darah dan pihak rumah sakit baru serius menanganinya dan menyatakan positif Demam Berdarah. Tak urung, kelalaian rumah sakit membuat kedua orang tua pasien kecewa. Selain itu, Hamdani juga merasa ada ketidaknyamanan pelayanan pihak rumah sakit. Padahal, dia telah memiliki program Jaring Pengaman Sosial (JPS) untuk keringanan biaya rumah sakit. Sayangnya, JPS tersebut tidak bisa memberikannya pelayanan lebih baik, bahkan Hamdani merasa anaknya cenderung diabaikan.BantahKepala RS Pelamonia membantah tuduhan orang tua Qodari. Kepala Rumah Sakit, Letnan Kolonel Soegiarto Soekidjan ketika ditemui di RS Pelamonia, Selasa (09/08/2005) membantah kalai pihaknya menyalahi prosedur. "Tindakan kami sudah sesuai dengan prosedur," elaknya.Menurut Soegiarto, saat pasien dibawa ke RS, kondisinya memang panas tinggi, namun belum Demam Berdarah. "Tapi sudah dalam tahap perjalana menuju itu (DBD)," tuturnya. Penangananya pun menurut Soegiarto sudah tepat. Karena sesuai dengan kondisi pasien.
(ism/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































