Peternak Desak Larangan Ayam Masuk ke Bali Dicabut

Peternak Desak Larangan Ayam Masuk ke Bali Dicabut

- detikNews
Selasa, 09 Agu 2005 22:07 WIB
Bali - Sejak Pemerintah Provinsi (Pemrov) Bali mengeluarkan larangan unggas luar daerah masuk ke Bali, persediaan ayam konsumen berkurang. Peternak ayam Bali mendesak pemerintah untuk segera mencabutnya."Kami meminta agar ayam dari luar diijinkan masuk ke Bali. Kami meminta dinas peternakan agar meminta DPRD Bali meninjau kembali keputusan pelarangan tersebut," kata Ketua Gabungan Suplay Ayam Seluruh Bali (GASAL) I Made Rai Nuraja, di kantornya, Jalan Mawar, Denpasar, Selasa (9/08/2005).Desakan itu disampaikan para peternak ayam yang tergabung dalam GASAL dan Paguyuban Peternak Ayam Bali (PPAB) kepada Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali Ida Bagus Raka dalam dialog di kantornya.Pemprov Bali per tanggal 28 Juli 2005 mengeluarkan keputusan pelarangan masuknya unggas dan babi dari luar untuk masuk ke Bali, guna mencegah menularnya wabah flu burung. Sejak keluarnya larangan tersebut, persediaan ayam untuk konsumen berkurang. Kebutuhan ayam per hari mencapai 80 ribu ekor namun sejak larangan tersebut persediaan ayam di Bali hanya 30 ribu ekor per hari. Harga ayam per ekor mencapai Rp 8.200 hingga Rp 8.500.Ketua PPAB Ketut Yahya Kurniadi meminta Pemprov Bali untuk lebih lunak memberlakukan larangan tersebut dengan mengijinkan daging ayam dari luar masuk ke Bali. "Daging ayam boleh diijinkan masuk asalkan memenuhi syarat, yaitu kesehatannya terjamin utuk memenuhi kebutuhan ayam," kata Yahya.Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Peternakan Ida Bagus Raka mengatakan, segera mengkoordinasikan keputusan pelarangan tersebut kepada DPRD Bali. "Jangan sampai masalah ini menimbulkan gejolak di masyarakat," demikian Raka. (ism/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini