Modifikasi Total Pesawat N 250
Selasa, 09 Agu 2005 21:47 WIB
Jakarta - PT Dirgantara Indonesia (DI) sedang giat-giatnya redesign Pesawat N 250. Pesawat ini pernah menjadi andalan pesawat terbang produksi PT DI. "Kita punya konsep dimana seluruh blueprint pesawat ini dan property right negara saat ini. Itu akan dijadikan modal untuk dimasukan kepada perusahaan. Kita akan capitalist dengan mengundang para investor, baik investor strategic ataupun financial. Untuk bersama-sama investor tersebut mengakapitalisasi produk N 250," kata Meneg BUMN Sugiharto Meneg BUMN Sugiharto, di PT DI, Jalan Pajajaran, Selasa (9/8/2005). Redesign ini dilakukan, karena permintaan pasar untuk kategori pesawat jenis terbang menengah pendek di dunia cukup tinggi. Saat ini, PT DI mendapatkan bantuan sumbangan sebesar USD 200 ribu dari Islamic Depelovment Bank untuk studi pengkajian pesawat N 250 tersebut. Pihak manajemen PT DI melaporkan, pengkajian redesign N 250 telah selesai. Beberapa persyaratan yang mesti dimodifikasi ulang antara lain pada bagian sayap, mesin, teknologi komunikasi, dan control system-nya. Diperkirakan, dari perhitungan PT DI untuk meredesign pesawat N 250 hingga dalam bentuk jadi sekitar USD$ 15 juta. Biaya ini sudah termasuk redesign, sertifikasi dan membuat industrial materialnya."Kalau sudah dimodifikasi, kebutuhan energinya bisa kita hemat 20-30 persen agar lebih hemat. Nanti harga jualnya nanti lebih murah dibandingkan dengan design dulu," tutur Sugiharto. Hingga saat ini PT DI baru membuat prototype N 250 saja dan belum memproduksi dalam kapasitas dengan yang jumlah banyak. Beberapa negara yang direncanakan memesan pesawat N 250 adalah dari Malaysia dan United Arab Emirat. Malaysia telah memesan sebanyak enam pesawat yang akan digunakan untuk keperluan Maritim Surveyan Aircraft. Sedangkan, United Arab Emirat akan mengeluarkan anggaran sebesar USD$ 180 juta untuk pesawat N 250.
(ism/)











































