Tiga Mahasiswa UGM Raih Perunggu Olimpiade Matematika

Tiga Mahasiswa UGM Raih Perunggu Olimpiade Matematika

- detikNews
Selasa, 09 Agu 2005 21:09 WIB
Yogyakarta - Tiga mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta meraih perunggu di Olimpiade Matematika Internasional. Ketiganya merupakan mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) UGM. Mereka adalah Nanang Susyanto, Dwi Ertiningsih dan Nikentasih Binatari."Keberhasilan mereka ini merupakan prestasi tersendiri sekaligus menggembirakan, ternyata kita masih bisa berprestasi di tingkat internasional meski banyak kritikan mengenai rendahnya kualitas pendidikan kita" kata Rektor UGM Prof Dr Sofian Effendi saat memberikan penghargaan kepada ketiga mahasiswa UGM yang ikut olimpiade Matematika internasional di Teheran dan Bulgaria, di Gedung Pusat UGM, Bulaksumur, Yogyakarta, Selasa (9/8/2005).Sofian mengatakan, pihak UGM merasa bangga atas prestasi yang diraih ketiga mahasiswa tersebut. Oleh karena UGM akan memberikan jaminan masa depan pendidikan kepada ketiga mahasiswa tersebut. Ketiganya dijamin gratis menyelesaikan pendidikan di UGM. "UGM juga akan membiayai ketiganya untuk meneruskan pendidikan di S2 dan S3 baik di dalam maupun di luar negeri," katanya.Nanang Susyanto mahasiswa MIPA semester dua meraih perunggu di Internasional Mathematics Competitions di Bulgaria yang berlangsung 22-28 Juli 2005 lalu. Di Bulgaria Nanang berhasil bersaing dengan 227 peserta dari 50 negara. Sementara itu, Dwi Ertiningsih, mahasiswa semester 8 dan Nikentasih Binatari, mahasiswa semester enam MIPA UGM itu juga berhasil menyabet perunggu dalam International Scientific Olympad on Matematics di Teheran, Iran 11-14 Juli lalu. Dwi dan Niken berhasil meraih perunggu dalam kelompok perorangan dan beregu atas nama tim Indonesia.Menurut Sofian, dunia pendidikan di Indonesia seharusnya memberikan perhatian serius terhadap semua siswa yang berprestasi agar mereka tidak pergi belajar ke perguruan tinggi di luar negeri. Namun kenyataan perguruan tinggi di Indonesia, termasuk UGM, terhitung terlambat dalam memperhatikan siswa-siswa yang berpretasi. Sofian kemudian mencontohnya Nanang, yang sempat ditawari untuk kuliah di Nanyang Technology University (NTU) Singapura sebelum masuk ke UGM. Meski telah lolos ujian di Singapura, Nanang akhirnya memilih untuk masuk UGM."Kita harus memberikan perhatian kepada mereka yang berprestasi bila tidak mereka akan lari belajar ke luar negeri. Kami akui, UGM sendiri baru mulai tahun 2003 lalu secara benar-benar memperhatikan siswa berpertasi untuk kuliah di UGM. Kalau dihitung memang terlambat, tetapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali," demikian Sofian effendi. (ism/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads