1.141 KK Warga Tanambulava, Donggala Terancam Kelaparan

1.141 KK Warga Tanambulava, Donggala Terancam Kelaparan

- detikNews
Selasa, 09 Agu 2005 20:34 WIB
Donggala - Sebanyak 1.141 kepala keluarga Tanambulava, Donggala terancam kekurangan pangan dan pasokan air bersih. Krisis ini terjadi pasca banjir bandang melanda kawasan itu bulan Juni 2004 lalu. "Tidak bisa dibikin apa-apa lagi sekarang tanah sawah itu. Saya tinggal jadi buruh tani di desa lain. Kalau idak begitu anak istri saya tidak bisa makan," kata Bahrum, salah seorang petani di Desa Sibalaya Utara, Tanambulava, Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (9/8/2005)Bahrum mengaku, sudah kewalahan berpikir untuk mendapatkan bahan pangan untuk keluarganya. Padahal sebelum banjir, dari 1 hektare sawah yang diolahnya, ia bisa mendapatkan 3 ton gabah kering sekali panen. Hal itu terjadi setelah saluran irigasi pertanian dan pipa air bersih jebol dihantam lumpur dan batangan kayu yang diseret banjir bandang tersebut. Kondisi yang memprihatinkan, hingga kini pemerintah setempat belum memperhatikan nasib ribuan kepala keluarga itu. Buktinya perbaikan irigasi yang mengairi sekitar 11 ribu hektare sawah warga itu belum dilakukan, Saat ini, ada empat desa yang paling parah kondisinya. Sekitar 2 ribu hektare sawah tak bisa diolah, padahal itu merupakan sumber pangan utama warga setempat. Warga lainnya yang mencoba menanam jagung juga tak berhasil karena saat ini, kawasan itu tengah dilanda kemarau. Pengakuan Galib, warga Sibalaya Selatan pun tak jauh beda. Di desa tetangga Sibalaya Utara itu, selain disibukkan bagaimana cara mengolah lahan pertaniannya, mereka juga harus memikirkan membangun rumahnya yang roboh dihantam banjir bandang.Selain masalah itu, warga pun kesulitan pasokan air bersih. Untuk sementara, hal itu ditanggulangi warga dengan cara mengambil air dari dua sumur milik warga setempat yang kini masih bisa dipakai. Meski saat kemarau ini sumur itu mulai mengering. Warga lainnya memilih membeli air bersih dari desa lainnya di sekitar kawasan itu yang pada Juni kemarin tidak dilanda banjir bandang. (ism/)


Berita Terkait