detikNews
Jumat 31 Agustus 2018, 14:05 WIB

Golkar Bantah Aliran Duit ke Munaslub, KPK Siapkan Pembuktian

Haris Fadhil - detikNews
Golkar Bantah Aliran Duit ke Munaslub, KPK Siapkan Pembuktian Alexander Marwata/Foto: Agung Pambudhy
FOKUS BERITA: Kasus Suap PLTU Riau 1
Jakarta - KPK tak mempersoalkan bantahan yang disampaikan Golkar soal aliran dana untuk Munaslub Golkar lewat tersangka suap PLTU Riau-1, Eni Maulani Saragih. KPK menegaskan Eni sudah memberikan keterangan ke penyidik soal aliran duit untuk Munaslub.

"Semua orang boleh menyanggah, boleh membantah, tapi nanti akhirnya di pembuktian. Karena si Eni sendiri ketika ditangkap yang bersangkutan menjabat bendahara untuk penyelenggara. Ya memang kita nggak bisa memisahkan uang Eni, karena yang nerima Eni. Digunakan untuk apa saja yang jelas dia bendahara dan yang bersangkutan sudah menyampaikan salah satunya digunakan untuk Munaslub," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Pulau Ayer, Kepulauan Seribu, Kamis (31/8/2018).

Eni sebelumnya membenarkan soal aliran duit senilai Rp 2 miliar untuk Munaslub Golkar dari Johannes Kotjo yang juga merupakan tersangka dalam kasus ini. Dia juga telah mengembalikan duit Rp 500 juta kepada KPK.




Selain itu, pengacara Eni, Robinson menyatakan kliennya itu punya bukti aliran dana. Bukti itu juga disebutnya telah diberikan kepada KPK.

Dalam pengembangan penyidikan perkara, KPK menetapkan Idrus Marham sebagai tersangka. Dia diduga menerima janji yang sama dengan Eni yakni USD 1,5 juta dari Kotjo bila proyek PLTU Riau-1 jadi dikerjakan perusahaan Kotjo.

Mantan Ketum Golkar Setya Novanto, juga diperiksa penyidik dalam kasus ini. Saat ditanya soal aliran uang Rp 2 miliar itu, Novanto mengaku tahu. Namun, Ketum Golkar Airlangga Hartarto membantah soal aliran duit itu.


(haf/fdn)
FOKUS BERITA: Kasus Suap PLTU Riau 1
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed