HUT ke-48 Riau, Gubernur Dihadiahi Peti Mati
Selasa, 09 Agu 2005 17:05 WIB
Pekanbaru - Hari jadi ke-48 Provinsi Riau tidak seindah tahun-tahun sebelumnya. Di HUT ke-48 kali ini, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Riau memberikan hadiah peti mati dan batu nisan kepada Gubernur Riau Rusli Zainal.Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Riau (Gempur) memang bisa bertemu dengan Gubernur Riau Rusli Zainal di Gedung DPRD Riau, Selasa (9/8/2005).Namun, saat mahasiswa memberikan hadiah peti mati dan akan membacakan sikapnya yang salah satunya mempertanyakan dana APBD Tahun 2004 sebesar Rp 439 miliar yang diduga tidak jelas penggunaannya, Rusli Zainal langsung menolak peti mati itu. Rusli langsung meninggalkan mahasiswa.Sebelum bertemu dengan gubernur, sekitar 10 mahasiswa sempat menerobos pagar dan langsung memasuki ruang Medium di lantai dasar sebagai tempat perayaan HUT ke-48 Riau. Di ruang Medium itu tengah berkumpul para pejabat yang tengah asyik makan siang diiringi alunan musik Melayu.Makan siang para pejabat sempat terusik. Karena 10 mahasiswa ingin memaksa Gubernur Riau untuk segera menemui mereka yang sejak pagi melakukan aksi demo. Kedatangan mahasiswa ini sempat membuat heboh. Apalagi mereka sempat lolos dari pantauan polisi dan Satpol Pamong Praja yang ada di dalam gedung DPRD Riau. Dalam ruangan ini, mahasiswa yang ngotot ingin bertemu gubernur sempat dihalangi para pejabat yang tengah menyantap makan siang. Tak lama setelah itu, barulah pihak kepolisian menghampiri mahasiswa. Di ruang itu sempat terjadi adu mulut antara aparat dengan mahasiswa. Aparat kepolisian yang merasa kecolongan, memaksa mereka keluar dari ruang tersebut.Karena desakan mahasiswa tadi, Gubernur Riau Rusli Zainal dan Ketua DPRD Riau Chaidir berinisiatif menemui mereka. Mahasiswa yang tadinya di luar pagar pun diizinkan masuk ke gedung DPRD.Berhadapan langsung dengan mahasiswa, gubernur sempat menyunggingkan senyum melihat kedatangan mahasiswa dari luar pagar. Tanpa diminta, gubernur langsung berpidato yang intinya mengakui hingga HUT ke-48 Riau saat ini, masih banyak yang belum tersentuh pembangunan. "Tapi mahasiswa mestinya jangan hanya pandai mengkritik, tapi juga harus memberikan solusi pada kami," kata Rusli. Begitu Rusli selesai berbicara, mahasiswa pun lantas memberikan peti mati terbuat dari bambu yang diselimuti kain warna hitam. Tak lupa juga mereka mengusung batu nisan, bertuliskan 'Riau 1957-2005'. Artinya, Provinsi Riau ini lahir tahun 1957 dan sudah mati di hari jadinya ke-48 tahun 2005.Ketika keranda dan batu nisan ini akan diberikan sebagai hadiah HUT ke-48 Riau oleh seorang mahasiswi, gubernur dan ketua DPRD Riau tidak bersedia menerimanya. Pun ketika mahasiswa akan membacakan pernyataan sikapnya, gubernur langsung meninggalkan mahasiswa. Sikap gubernur yang meninggalkan mahasiswa ini, lantas disoraki oleh mahasiswa. "Huuu, gubernur malu kalau kita beberkan dana APBD Riau tahun 2004 sebanyak Rp 439 miliar tak jelas penggunaannya," teriak mahasiswa. Dengan rasa kecewa, akhirnya pukul 14.30 WIB, mahasiswa juga membubarkan diri dengan tertib.
(asy/)











































