detikNews
Kamis 30 Agustus 2018, 18:10 WIB

Gus Ipul Pilih Prabowo atau Jokowi di Pilpres 2019?

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Gus Ipul Pilih Prabowo atau Jokowi di Pilpres 2019? Gus Ipul (Eko Sudjarwo/detikcom)
Jakarta - Setelah majunya Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menjadi juru bicara tim pemenangan Jokowi pada Pilpres 2019, Wagub Jawa Timur Saifullah Yusuf mengaku belum mengambil keputusan. Gus Ipul, sapaan akrabnya, belum menentukan pilihannya pada 2019, apakah mendukung Jokowi atau Prabowo.

"Pertama, saya masih menjabat Wakil Gubernur Jatim hingga Februari 2019. Kalau Deddy Mizwar sudah ndak jadi wagub. Kan aturannya ndak boleh, bukan cuti, tapi ndak boleh gubernur dan wagub jadi jubir," kata Gus Ipul saat ditemui di ruang kerjanya di kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan, Surabaya, Kamis (30/8/2018).



Sedangkan faktor kedua, hingga kini belum ada salah satu paslon yang meminangnya secara resmi untuk menjadi jubir. Saat ditanya keputusannya jika ada yang meminang, Gus Ipul belum bisa memastikan karena dia mengaku masih menunggu arahan kiai sepuh.

"Belum ada tawaran sih sampai sekarang. Kalau ada tawaran, ya belum tahu saya. Lihat nanti saja," katanya.

Hingga saat ini, Gus Ipul masih menunggu arahan para kiai sepuh karena baginya keputusan kiai ini penting lantaran selama ini kiai-lah yang mendampingi perjalanan politiknya.

Sementara itu, saat disinggung kecenderungan dukungan para kiai, Gus Ipul menambahkan ada beberapa kiai yang sudah memutuskan dukungannya ke Joko Widodo, ada pula yang ke Prabowo. Namun banyak juga kiai yang belum menentukan pilihan.

"Ketiga, saya masih menunggu keputusan para ulama dan para kiai. Memang ada kiai yang sudah menentukan dukungannya kepada Pak Jokowi dan juga menentukan dukungannya kepada Pak Prabowo. Tapi banyak juga yang belum menentukan," ungkapnya.

Menurut Gus Ipul, para ulama dan kiai masih ingin mengikuti perkembangan politik dalam dua hingga tiga bulan ke depan. Apalagi dua paslon, baik Jokowi-Ma'ruf maupun Prabowo-Sandi, sama-sama memiliki kedekatan dengan para ulama dan kiai di Jatim.

"Tapi banyak juga ulama pengasuh pesantren yang sampai sekarang masih menunggu perkembangan. Lihat dua sampai tiga bulan ke depan. Kenapa? Karena memang ingin semacam memperoleh jawaban-jawaban ke depan kira-kira nanti apa yang bisa menjamin ekonomi rakyat ini makin membaik," katanya.



Gus Ipul menyebut beberapa kiai sepuh yang selama ini menjadi acuannya antara lain KH Nawawi Abdul Djalil, Sidogiri, Pasuruan; KH Idris Hamid, Pasuruan; KH Mutawakkil Alallah, Genggong, Probolinggo; KH Zainuddin Jazuli dan KH Nurul Huda Jazuli, Ploso, Kediri; KH Anwar Mansyur, Lirboyo, Kediri; dan KH Ubaidillah Faqih, Langitan, Tuban.

Setelah menggelar pertemuan beberapa waktu lalu, Gus Ipul menambahkan, para kiai berterima kasih karena Jokowi telah memilih KH Ma'ruf Amin. Harapannya, Kiai Ma'ruf bisa berperan cukup efektif.

Karena, pada periode pertama Jokowi, para kiai cukup kelabakan setelah terbitnya kebijakan full day school yang cukup meresahkan pendidikan di madrasah. Meski telah dicabut, kebijakan itu dampaknya masih dirasakan hingga saat ini.

Tak hanya itu, para kiai juga ingin memastikan Prabowo-Sandi memiliki keinginan kuat untuk mengakomodasi aspirasi para ulama dan kiai pesantren.

"Dalam pertemuan terakhir, para kiai memberikan selamat karena Pak Jokowi memilih Kiai Ma'ruf. Para kiai juga memberikan selamat karena Pak Prabowo memilih wakil yang muda dan paham ekonomi. Dua-duanya adalah calon terbaik," kata Gus Ipul.

Pada Pilpres 2014, Gus Ipul merupakan salah satu timses Prabowo-Hatta. Namun, pada Pilgub Jatim 2018, Gus Ipul maju dengan dukungan PDI Perjuangan.



Tonton juga 'Gerindra Bahas Kemungkinan Ustaz Somad Jadi Timses Prabowo':

[Gambas:Video 20detik]


(bdh/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com