Setelah Teken MoU
MPR Minta GAM Bubarkan Diri
Selasa, 09 Agu 2005 15:39 WIB
Jakarta - Pascapenandatanganan MoU damai, Gerakan Aceh Merdeka (GAM) diminta membubarkan diri. Langkah itu dinilai penting agar rakyat Aceh bisa menikmati kehidupan yang lebih baik."Kita juga minta GAM tidak mencederai kesepakatan dengan mengkhianati hasil perundingan damai di Helsinki. Rakyat Aceh sudah sangat merindukan perdamaian," tegas Ketua MPR Hidayat Nurwahid di Gedung MPR/DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (9/8/2005).Apalagi secara kultural, lanjut Hidayat, rakyat Aceh sudah mendeklarasikan perdamaian dengan menggunakan budaya rapei sebagai simbol perdamaian masyarakat Aceh jika gendang ditabuh.Selain mengingatkan GAM, Hidayat juga mewanti-wanti pemerintahan SBY. Pemerintah diminta berhati-hati dan tidak terkecoh dengan hasil kesepakatan RI-GAM yang hingga kini belum dibuka ke publik karena terikat janji dengan GAM.Mengenai partai lokal, Hidayat menilai rakyat Aceh sebenarnya tidak terlalu antusias. Sebab yang diinginkan mereka saat ini hanya perdamaian di Aceh. Namun, jika GAM menuntut dibentuknya partai lokal, masalah itu bisa dimasukkan ke UU Otonomi Khusus NAD."Tapi GAM juga harus menyerahkan senjata sebagai bukti persetujuan kesepakatan tersebut. Konsekuensinya tentu harus dibarengi dengan penarikan pasukan TNI dari Aceh," kata Hidayat yang mengaku mendukung suksesnya penandatangan MoU damai RI-GAM.
(umi/)











































