Hidayat Optimistis Kasus Depok Tak Rusak Kemesraan PKS-Golkar
Selasa, 09 Agu 2005 15:38 WIB
Jakarta -
Kasus Pilkada Depok diprediksi akan membuat retak hubungan PKS dengan Golkar yang sama-sama mendukung duet SBY-JK. Meski begitu, mantan Presiden PKS Hidayat Nurwahid mementahkan prediksi tersebut. Hubungan Golkar dan PKS akan tetap mesra. "Saya kira ini (kasus Pilkada Depok) bukan masalah institusional antara PKS dengan Golkar. Di berbagai daerah lain yang melaksanakan Pilkada, calon PKS ada yang didukung oleh Golkar, sebaliknya juga begitu, itu biasa saja," kata Hidayat.Hal itu disampaikan Hidayat usai mengikuti acara pemberian "Anugerah Kelirumologi" di Hotel Sahid, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (9/8/2005).Pengadilan Tinggi (PT) Jabar, Kamis, 4 Agustus 2005 lalu, menganulir keputusan KPUD Depok yang memenangkan Nur Mahmudi Ismail-Yuyun Wirasaputra, pasangan yang diusung PKS sebagai walikota dan wakil walikota Depok.Putusan PT Jabar malah memenangkan gugatan pasangan Badrul Kamal-Syihabuddin Ahmad yang dijagokan Golkar. Oleh pengadilan, pasangan ini lalu ditetapkan sebagai walikota-wakil walikota Depok periode 2005-2010.Pengamat politik dari LIPI Indria Samego memprediksi kasus tersebut akan membuat hubungan PKS dan Partai Golkar terganggu. Keretakan hubungan akan terjadi jika Golkar tetap bertahan dengan keputusan pengadilan. Retaknya hubungan dua partai ini, menurut Indria, akan menimbulkam dua implikasi. Pertama, hubungan presiden dan DPR. PKS diduga akan mulai berhitung dan tidak mendukung secara total lagi kebijakan pemerintah. Kedua, kasus Pilkada Depok ditakutkan akan ditiru daerah lain yang akan menggelar pilkada dengan modus serupa.
(iy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































