Ketua MPR Kenalkan Sandi di UMJ, KPU: Elite Semestinya Tahan Diri

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 30 Agu 2018 11:20 WIB
Komisioner KPU Wahyu Setiawan. (Dwi-detikcom)
Jakarta - Ketua MPR Zulkifli Hasan dianggap PPP mencuri start kampanye saat mengenalkan Sandiaga Uno sebagai cawapres di hadapan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengimbau para elite untuk menahan diri.

"Melalui pernyataan ini KPU sudah mengharapkan para elite untuk menahan diri. Karena pernyataan elite akan mempengaruhi massa," kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan, saat dihubungi detikcom, Kamis (30/8/2018).



KPU menyayangkan pernyataan Zulkifli karena sebagai tokoh dinilai akan mempengaruhi massa. Apalagi saat ini belum memasuki massa kampanye.

"Kampanye di mulai 23 September 2018. Kita menghargai ekspresi politik masyarakat, tetapi elite politik semestinya memahami saat ini belum saatnya berkampanye. Apalagi apabila beliau berbicara sebagai ketua MPR tentu akan berdampak secara politik," ucap Wahyu.



Dia menambahkan, tempat-tempat yang dilarang berkampanye misalnya lingkungan kampus, fasilitas pemerintahan, dan tempat ibadah. Ia berharap elite parpol dapat menahan diri untuk tidak menciptakan kegaduhan politik.

"Memang masih belum massa kampanye karena masa kampanye tanggal 23 September. Para elit diharapkan menjadi juru damai politik yang mengedukasi, tidak malah menciptakan pernyataan-pernyataan yang berpotensi mengobarkan konflik sosial," ungkap Wahyu.



Zulkifli sebelumnya memperkenalkan Sandiaga sebagai bakal cawapres dalam sambutan pada acara orientasi mahasiswa baru di kampus UMJ tersebut. Sekjen PPP Arsul Sani menyebut Zulhas mencuri start kampanye.

"Kalau dia melakukan itu sekarang, siapa pun pengurus politik berarti dia mencuri start. Kedua, sekali lagi kita harus perhatikan posisi kita, Pak Zul kan Ketua MPR, jadi nggak ada kemudian, (Zulkifli berpikir), 'Saya saat ini sedang berposisi sebagai ketum parpol yang dukung paslon ini.' Karena itu, kemudian saya lepaskan baju," kata Arsul di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (29/8/2018).

Selain itu, Zulkifli juga berbicara soal Pilpres 2019 dalam sambutan dalam orientasi mahasiswa baru di Kampus UMJ, Rabu (29/8) kemarin itu. Ganti presiden dia sebut.



Ketum PAN itu mengatakan Pilpres 2019 sangat sederhana karena hanya dua calon, yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno. Sehingga, Pilpres kini hanya pilihan ganti atau lanjut.

"Pilpres sederhana, ganti presiden dan lanjutkan presiden," ucap Zul di UMJ kemarin.

"Ganti apa lanjut?" tanya Zulkifli Hasan kepada ribuan mahasiswa baru UMJ.


Simak Juga 'Pantun Penutup Kiprah Sandi di DKI Jakarta':

[Gambas:Video 20detik]

(yld/dnu)